STIH Manokwari Resmi Bertransformasi Menjadi IHTP Papua, Filep Wamafma Dilantik Sebagai Rektor
MANOKWARI - Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari resmi bertransformasi menjadi Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IIHTP) Papua berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 631/B/O/2026.
Perubahan bentuk perguruan tinggi tersebut ditandai dalam rapat senat terbuka yang dirangkaikan dengan pelantikan Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A. sebagai Rektor IIHTP Papua. Acara berlangsung di Aston Niu Manokwari, Selasa (21/7/2026).
Dalam pidato perdananya sebagai rektor, Filep Wamafma mengenang perjalanan panjangnya bersama STIH Manokwari sejak lulus sebagai Sarjana Hukum pada 2003. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan almamaternya sehingga terdorong untuk terus mengabdi demi kemajuan kampus.
"Saya merasa sangat berat meninggalkan kampus ini. Hati saya terpanggil untuk terus berbuat karena saya percaya Tuhan memiliki rencana agar saya menjadi alat-Nya memajukan pendidikan, khususnya di STIH Manokwari," ujarnya.
Filep juga menyampaikan penghormatan kepada almarhum Jon Yawan, S.H., M.H., yang dinilainya sebagai sosok pemimpin visioner yang telah mempersiapkan generasi penerus STIH Manokwari.
Ia mengakui proses transformasi kampus bukanlah hal yang mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi hingga akhirnya perubahan status menjadi institut dapat terwujud.
"Membangun pendidikan yang berkualitas di Tanah Papua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan kerja keras, kolaborasi, dan dukungan dari semua pihak. Tahun 2026 menjadi tahun berkat bagi kita semua," katanya.
Filep menegaskan, hari pelantikan tersebut menjadi penanda berakhirnya penggunaan nama STIH Manokwari dan dimulainya babak baru sebagai Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua.
"Hari ini adalah hari terakhir kita menggunakan nama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari. Mulai besok kita hadir dengan status Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua," ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh alumni tetap bangga sebagai lulusan STIH Manokwari sekaligus mendukung pengembangan IIHTP Papua sebagai kelanjutan dari sejarah panjang institusi yang telah mengabdi selama 51 tahun dalam dunia pendidikan di Papua Barat.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, menyampaikan apresiasi atas transformasi tersebut serta mengucapkan selamat kepada seluruh anggota senat yang telah resmi dikukuhkan di lingkungan IIHTP Papua.
Menurutnya, perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut merupakan langkah strategis yang menunjukkan komitmen civitas akademika dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Papua.
"Perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi institut merupakan langkah besar yang patut kita syukuri bersama. Ini membuktikan komitmen civitas akademika untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam memajukan ilmu hukum yang berkeadilan dengan penguasaan teknologi yang inovatif," kata Dominggus.
Ia menambahkan, transformasi tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta selaras dengan semboyan daerah, "Cinta Negeriku", yang menjadi landasan moral dalam membangun Papua Barat.
Gubernur menegaskan bahwa perubahan status bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan pembangunan.
"Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua memikul harapan besar untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, menjunjung tinggi kejujuran, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Papua dan Indonesia," ujarnya.
Dominggus mengajak seluruh sivitas akademika, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk terus bersinergi membangun pendidikan tinggi yang berkualitas demi mewujudkan Papua yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

