Tujuh Dosen FKM UNAIR Pimpin Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi di Papua
SURABAYA - Sebanyak tujuh dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) dipercaya menjadi Ketua Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia Tahun 2026. Mereka akan memimpin tim multidisiplin dalam pemetaan potensi wilayah, pendampingan masyarakat, riset terapan, serta penyusunan program pembangunan di sejumlah kawasan transmigrasi di Papua.
Ketujuh dosen tersebut adalah Prof. Dr. Annis Catur Adi, Ir., M.Si., Dr. Siti Rahayu Nadhiroh, S.KM., M.Kes., Emyr Reisha Isaura, S.Gz., M.PH., Ph.D., Prof. Dr. Sri Sumarmi, S.KM., M.Si., Dr. Sudarmaji, S.KM., M.Kes., Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes., dan Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes. Mereka memiliki kepakaran di bidang gizi masyarakat, kesehatan ibu dan anak, epidemiologi gizi, kesehatan lingkungan, sanitasi, promosi kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Selama beberapa bulan bertugas di kawasan transmigrasi Papua, tim akan tinggal bersama masyarakat untuk memetakan potensi dan persoalan daerah, sekaligus melaksanakan program di bidang ketahanan pangan, peningkatan gizi, penguatan Posyandu, sanitasi lingkungan, serta pengembangan ekonomi masyarakat melalui usaha mikro, koperasi, dan pemanfaatan potensi lokal.
Menteri Transmigrasi menegaskan bahwa peserta Ekspedisi Patriot harus hadir sebagai pemecah masalah, bukan sekadar mengumpulkan data. Mereka diharapkan mampu bekerja bersama masyarakat, menghormati budaya lokal, dan menghadirkan solusi yang sederhana, tepat guna, serta berkelanjutan.
Program ini juga mendukung pencapaian berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, sanitasi, pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengurangan kesenjangan, serta kemitraan pembangunan.
Melalui keterlibatan tujuh dosen FKM UNAIR tersebut, diharapkan lahir model pembangunan kawasan transmigrasi yang terintegrasi antara aspek kesehatan, ekonomi, pangan, lingkungan, dan sosial, sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat Papua.
Sumber: Rilis Tim expedisi Patriot
What's Your Reaction?

