Kepala LLDIKTI Papua Beri Motifasi Mahasiwa Baru IHTP: Kualitas Lulusan Jadi Penentu Nama Besar Kampus

Aug 12, 2026 - 07:45
 9
Kepala LLDIKTI Papua Beri Motifasi Mahasiwa Baru IHTP: Kualitas Lulusan Jadi Penentu Nama Besar Kampus
Mahasiswa baru IHTP Papua usai mengikuti masa pengenalan kampus (Tri Santoso)

MANOKWARI - Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua, Dr. Suriel Semuel Mofu, S.Pd., M.Ed. TEFL., M.Phil., memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa baru Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP) usai mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di GOR Sanggeng, Manokwari, Selasa (11/8/2026).

Dalam pesannya, Suriel menegaskan bahwa nama besar sebuah perguruan tinggi tidak secara otomatis menentukan kualitas lulusannya. Sebaliknya, kualitas lulusan justru menjadi faktor yang mampu mengangkat dan membawa nama besar almamater.

“Nama besar sebuah perguruan tinggi tidak menjamin kualitas lulusannya. Tapi kualitas lulusanlah yang membawa nama besar sebuah perguruan tinggi,” tegasnya.

Ia kemudian mengajak mahasiswa baru IHTP untuk melihat perjalanan Rektor IHTP, Dr. Filep Wamafma, sebagai salah satu contoh nyata bahwa lulusan perguruan tinggi daerah mampu bersaing dan menduduki posisi penting di tingkat nasional.

Suriel menyebut Filep Wamafma merupakan lulusan IHTP yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari dan kini dipercaya sebagai Ketua Komite III DPD RI.

Menurutnya, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di Papua juga mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang dapat berkiprah dan memimpin di tingkat nasional.

“Artinya, bahwa perguruan tinggi ini punya kualitas. Lulusannya hari ini bisa memimpin di republik yang besar ini, negara yang besar ini,” ujarnya.

Ia juga meminta mahasiswa baru menjadikan pimpinan kampus sebagai sumber inspirasi sekaligus motivasi bahwa mereka juga memiliki peluang untuk meraih kesuksesan.

Dalam kesempatan tersebut, Suriel secara khusus memberikan apresiasi kepada dua mahasiswa baru yang menurutnya mampu menunjukkan kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan dengan baik, yakni Yanto dan Gloria.

Ia menilai kemampuan komunikasi, keberanian berbicara di depan publik, serta kemampuan meyakinkan orang lain merupakan modal penting, khususnya bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang hukum dan pemerintahan.

“Saya terkesan dengan cara mereka berbicara dan menyampaikan pikiran-pikiran mereka, luar biasa. Kalau tadi saya kasih nilai, dua-duanya nilai 100,” katanya.

Sebagai seorang dosen Bahasa Inggris, Suriel mengaku memiliki perhatian khusus terhadap kemampuan seseorang dalam berbicara dan menyampaikan gagasan.

Menurutnya, kemampuan tersebut dapat menjadi modal awal bagi mahasiswa untuk menjadi pemimpin di masa depan.

“Ini dua ini bisa jadi pimpinan, pimpinan hebat, pimpinan bagus. Yang penting dapat ilmu saja,” tuturnya.

Di hadapan mahasiswa baru, Suriel kemudian menitipkan tiga hal penting yang harus dijaga selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Pertama, mahasiswa diminta menjaga hubungan dengan Tuhan. Kedua, menjaga perhatian atau fokus terhadap apa yang sedang dilakukan. Ketiga, menggunakan waktu dengan baik dan bijaksana.

“Gunakan waktu Anda dengan baik dan bijak, karena waktu itu uang. Uang digunakan untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan dalam hidup,” pesannya.

Suriel juga meminta mahasiswa baru tidak takut merasa tidak mampu dalam menjalani perkuliahan.

Ia menekankan bahwa tidak ada manusia yang benar-benar bodoh maupun pintar secara mutlak. Menurutnya, manusia hanya berada pada posisi sudah mengetahui atau belum mengetahui sesuatu.

“Berita bagusnya adalah tidak ada orang bodoh, tidak ada orang pintar. Yang ada cuma dua jenis: yang sudah tahu dan yang belum tahu,” katanya.

Karena itu, mahasiswa yang belum mengetahui sesuatu tidak perlu merasa rendah diri. Mereka hanya perlu memiliki kemauan untuk mencari informasi dan belajar.

“Jadi kalau tidak tahu, cari tahu. Pasti tahu. Itu saja masalahnya,” tegasnya.

Suriel juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara manusia memperoleh pengetahuan.

Ia menggambarkan perangkat teknologi seperti telepon genggam, laptop dan berbagai gadget sebagai “otak kedua” yang dapat membantu mahasiswa mencari dan mendapatkan informasi.

“Tuhan sudah menganugerahkan kalian dengan dua otak. Otak biologis, kalian lahir dengan itu. Tapi hari ini kalian sudah punya otak kedua. Otak kedua itu teknologi yang ada di tangan kalian: HP, laptop, gadget,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa saat ini memiliki akses informasi yang jauh lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya. Berbagai platform pencarian informasi dan kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses belajar.

“Hari ini kalian tidak mengerti sesuatu, Google dapat informasi. AI dapat informasi. Tidak susah,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar teknologi tersebut digunakan secara bijak untuk mendukung pendidikan, bukan justru mengganggu proses perkuliahan.

“Dosen hari ini adalah sumber informasi, tapi sumber informasi tersedia di tangan Anda. Dunia sudah berubah, kalian hidup di zaman teknologi,” pungkasnya.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow