Rakor Ditjen Bimas Kristen dan LPPD Se-Indonesia Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari

Feb 26, 2026 - 22:06
 45
Rakor Ditjen Bimas Kristen dan LPPD Se-Indonesia Matangkan Persiapan Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari
Rakor bimas kristen se Indonesia matangkan persiapan pesparawi

MANOKWARI - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementerian Agama RI menggelar Rapat Koordinasi bersama pimpinan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN), Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) se-Indonesia, serta Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Niu Manokwari ini dibuka oleh Direktur Jenderal Bimas Kristen yang wakili direktur urusan Agama Kristen Jems Luksen Mayor, Rabu (26/2/2026).

Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Kristen menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat dan seluruh panitia atas kesiapan penyelenggaraan rapat koordinasi tersebut. 

Ia menegaskan, pertemuan tatap muka ini menjadi momentum penting dalam memasuki fase pemantapan dan konsolidasi akhir menjelang pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang dijadwalkan berlangsung Juni 2026.

“Kehadiran kita secara langsung hari ini memiliki makna penting, setelah sebelumnya kita melakukan koordinasi secara daring. Kini kita memasuki tahap finalisasi dan penguatan konsolidasi,” ujarnya.

Menurutnya, Manokwari memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat sebagai Kota Injil di tanah Papua. Penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di daerah tersebut dinilai bukan sekadar penunjukan lokasi, tetapi juga momentum bersejarah bagi umat Kristen di Indonesia.

“Dari Manokwari, benih iman pertama kali ditaburkan di tanah Papua. Ini bukan hanya catatan sejarah, tetapi fondasi spiritual yang membentuk karakter masyarakat Papua hingga hari ini,” katanya.

Dirjen menegaskan bahwa Pesparawi Nasional bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara gerejawi, melainkan perhelatan iman dan seni yang memperkuat persaudaraan umat Kristen dari seluruh Indonesia, sekaligus menjadi wujud kontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung 26 Februari hingga 1 Maret 2026 tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, antara lain kesiapan teknis dan substantif panitia pelaksana, peran strategis LPPN sebagai panitia pengarah, kesiapan LPPD di setiap provinsi, penguatan koordinasi pusat dan daerah, hingga strategi kolaboratif menghadapi keterbatasan anggaran.

Ia berharap setiap keputusan yang dihasilkan bersifat operasional, terukur, serta memiliki tindak lanjut yang jelas, sehingga pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV berjalan tertib, profesional, dan akuntabel.

“Keberhasilan Pesparawi bukan hanya tentang kelancaran acara di bulan Juni nanti, tetapi bagaimana kita menunjukkan bahwa umat Kristen Indonesia mampu bekerja secara profesional, solid, dan dalam semangat pelayanan,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri Gubernur Papua Barat beserta jajaran, Bupati Manokwari dan unsur Forkopimda, pimpinan LPPD Papua Barat, pimpinan LPPD se-Indonesia, pejabat Ditjen Bimas Kristen, serta panitia pelaksana Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.

Pesparawi Nasional XIV diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum untuk menggemakan pesan persatuan, sukacita, dan pengharapan bagi seluruh Indonesia dari Tanah Papua.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow