Ikaswara Manokwari Gelar Lomba Gaple dan Catur, Perkuat Silaturahmi Antar-Paguyuban

Aug 15, 2026 - 22:02
 30
Ikaswara Manokwari Gelar Lomba Gaple dan Catur, Perkuat Silaturahmi Antar-Paguyuban
Lomba Gaple dan Catur Ikaswara Manokwari meriahkan HUT Ke-81 Republik Indonesia (Tri Santoso)

MANOKWARI - Ikatan Keluarga Sunda, Jawa, dan Madura (Ikaswara) Manokwari menggelar lomba gaple dan catur dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe di Manokwari tersebut melibatkan sejumlah paguyuban Sunda, Jawa, dan Madura yang berada di wilayah Kabupaten Manokwari. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Papua Barat Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., serta Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E.

Ketua Ikaswara Manokwari, H. Suyanto, SH., M.Kn., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk tidak menjadikan hadiah maupun kemenangan sebagai tujuan utama dalam perlombaan.

Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun kekompakan, menjaga komunikasi, serta mempererat hubungan antarpaguyuban yang selama ini telah hidup berdampingan di Manokwari.

“Jangan lihat besar kecilnya hadiah, tetapi lihat kekompakan kita. Mari kita sambung silaturahmi dan kita jaga keamanan serta kenyamanan hidup di Manokwari,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus membangun kebersamaan dan memperluas persaudaraan di tengah masyarakat.

“Semakin banyak teman semakin baik dan semakin membawa berkah bagi kita sekalian. Mari kita hidup rukun, seduluran saklawase,” katanya.

Sementara itu, Kasatgaswil Papua Barat Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Gede Suardana, menjelaskan bahwa kehadirannya bersama jajaran merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk paguyuban.

Ia mengatakan, Densus 88 Antiteror Polri di Papua Barat dan Papua Barat Daya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk mencegah berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme.

“Kami berkeliling ke kantor-kantor, sekolah-sekolah, kelompok masyarakat dan paguyuban untuk bersama-sama menjaga daerah kita dari paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, jangan sampai melakukan tindakan yang berbau terorisme,” jelasnya.

Gede menilai keberadaan paguyuban seperti Ikaswara memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat. Ia berharap warga yang telah lama tinggal dan mencari kehidupan di Papua Barat tidak terpengaruh oleh paham-paham kekerasan.

Selain itu, ia mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di media sosial. Menurutnya, kelompok yang menyebarkan paham ekstrem dapat menyasar anak-anak melalui ruang digital.

“Anak-anak kita yang pegang HP, mungkin bapak dan ibu tidak sadar bahwa jaringan itu menyasar anak-anak kita dan melakukan radikalisasi di media sosial. Itu yang sedang kami perhatikan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ancaman ekstremisme tidak selalu berkaitan dengan kelompok yang mengatasnamakan agama. Menurutnya, terdapat pula kelompok yang mendorong kekerasan tanpa landasan ideologi keagamaan.

Karena itu, ia meminta para orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak serta memperhatikan aktivitas mereka di dunia digital.

Mengakhiri sambutannya, Gede mengajak seluruh peserta menjadikan lomba gaple dan catur sebagai sarana memperkuat kebersamaan, bukan sekadar mengejar kemenangan.

“Bukan kemenangan yang kita cari, tetapi kebersamaan,” pungkasnya.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow