Unipa Siapkan Klub Gateball, Bidik Dies Natalis ke-26 Jadi Momentum Kompetisi
MANOKWARI - Universitas Papua (Unipa) mengambil langkah progresif dalam mendorong pengembangan olahraga gateball, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Sebagai salah satu mitra strategis Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat, khususnya dalam pengembangan cabang olahraga gateball, Unipa memiliki fasilitas pendukung yang dinilai memadai melalui Sport Center kampus.
Wakil Rektor I Unipa, Prof. Dr. Ir. Jonni Marwa, S.Hut., M.Si., IPU., mengatakan dukungan terhadap pengembangan gateball didorong oleh keberadaan sumber daya manusia internal yang memiliki keahlian dan latar belakang ilmu yang relevan dengan olahraga tersebut.
Menurutnya, terdapat dua dosen Unipa yang terlibat langsung dalam bidang gateball sehingga pihak universitas memandang olahraga tersebut penting untuk dikembangkan di lingkungan kampus.
"Kebetulan kita punya staf dosen yang sebenarnya mempunyai basic ilmu yang berkaitan dengan bidang ini, dan ada dua orang yang terlibat secara langsung. Sehingga kami pikir ini bagian yang penting juga untuk kita dorong ke kampus sebagai olahraga," ujar Prof. Jonni Marwa.
Ia menyebutkan, jumlah mahasiswa Unipa yang mencapai sekitar 11.000 orang menjadi potensi besar untuk dilibatkan dalam pengembangan olahraga gateball.
Gateball, kata dia, memiliki karakter yang cocok dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi karena tidak membutuhkan aktivitas fisik yang terlalu berat seperti sepak bola. Olahraga ini lebih mengutamakan strategi, kerja sama tim, ketelitian, sekaligus menjadi sarana rekreasi.
Dari sisi fasilitas, Unipa telah memiliki Sport Center dengan sekitar dua lapangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan latihan maupun pertandingan gateball.
"Fasilitasnya sudah ada. Kita punya Sport Center dan kurang lebih ada dua lapangan yang bisa digunakan untuk aktivitas latihan secara rutin," jelasnya.
Prof. Jonni mengatakan, pihaknya juga akan mengkoordinasikan rencana pengembangan gateball tersebut dengan Rektor Unipa. Terlebih, Rektor Unipa juga memiliki peran sebagai penasihat dalam kepengurusan gateball tingkat provinsi.
Ke depan, Unipa berencana membentuk klub gateball resmi di lingkungan kampus. Pengembangan olahraga ini juga diharapkan tidak hanya berhenti di internal universitas, tetapi dapat diperluas ke masyarakat dan sekolah-sekolah mitra.
Menurut Prof. Jonni, keberadaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi salah satu kekuatan Unipa untuk memperkenalkan gateball kepada lingkungan pendidikan menengah.
"Ke depan kita berharap mungkin Unipa juga ada klub yang dibentuk untuk mendorong gateball ini. Selain itu, kita bisa mensosialisasikan olahraga ini ke masyarakat, terutama sekolah-sekolah karena kita punya FKIP yang selalu ada di sekolah-sekolah," katanya.
Momentum Dies Natalis ke-26 Unipa pada November 2026 juga berpeluang menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kompetisi gateball di lingkungan perguruan tinggi.
Prof. Jonni menyampaikan, pihak universitas terbuka untuk menjadikan momentum Dies Natalis tersebut sebagai ajang perlombaan gateball sekaligus sarana menjaring bibit-bibit atlet potensial.
"Unipa dalam waktu dekat kan ada Dies Natalis yang ke-26 di bulan November. Barangkali bisa ada momentum untuk kita menyelenggarakan lomba berkaitan dengan gateball ini. Kami senang sekali dan berterima kasih karena pengurus dan KONI boleh melibatkan Unipa," pungkasnya.
Sinergi antara Unipa, Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Papua Barat, dan KONI Papua Barat diharapkan mampu memperluas perkembangan olahraga gateball, sekaligus melahirkan atlet-atlet berprestasi dari lingkungan kampus dan masyarakat Papua Barat.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

