TP PKK Papua Barat Edukasi Ratusan Pelajar tentang Bela Negara dan Bahaya Judi Online
MANOKWARI - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua Barat menggelar pembinaan remaja melalui program Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN), JUPITER (Judi dan Pinjaman Online Teratasi), edukasi kesehatan dan keamanan pangan, serta pemeriksaan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan balita Kurang Energi Protein (KEP).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tersebut berlangsung di Rumah Gizi Sanggeng, Manokwari, Kamis (13/8/2026).
Sosialisasi melibatkan 13 sekolah tingkat SMP dan SMA di Manokwari dengan jumlah peserta mencapai 104 orang. Sejumlah pemateri kompeten turut dihadirkan, di antaranya Stela Martje M. dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Margareta Dalopez, S.IP., MM., Kepala Subbidang Kelembagaan Pemerintahan, Keterwakilan dan Partai Politik Kesbangpol Papua Barat.
Wakil Ketua TP PKK Papua Barat, Lani Lakotani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program unggulan TP PKK yang sengaja dilaksanakan bertepatan dengan momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Ini memang program unggulan PKK. Kebetulan menjelang 17 Agustus, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK merasa perlu melaksanakan kegiatan ini. Memang ini merupakan program kerja kami,” ujar Lani.
Menurutnya, edukasi mengenai bahaya judi online dan pinjaman online perlu diberikan sejak usia remaja. Anak-anak dinilai menjadi kelompok yang penting untuk mendapatkan pemahaman mengenai risiko serta dampak negatif aktivitas tersebut.
“Anak-anak biasanya menjadi kelompok yang perlu diberikan pemahaman. Karena itu, dalam program kerja kami, edukasi mengenai pinjaman online juga menyasar anak-anak, selain orang dewasa,” jelasnya.
Lani menambahkan, edukasi serupa tidak hanya diberikan kepada pelajar, tetapi ke depan juga akan diperkuat melalui kader-kader PKK di tengah masyarakat.
Selain pembinaan remaja, TP PKK Papua Barat juga menggalakkan Gerakan KISAK (Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapat akses pelayanan administrasi kependudukan yang disediakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Pelayanan tersebut antara lain menyasar anak-anak yang belum memiliki dokumen kependudukan, termasuk Kartu Identitas Anak (KIA).
“Kita sudah siapkan teman-teman dari Disdukcapil. Kalau ada yang belum memiliki Kartu Identitas Anak, bisa sekalian membuatnya di lokasi,” kata Lani.
Ia berharap kegiatan terpadu tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada generasi muda, tetapi juga membantu masyarakat memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan, ketahanan keluarga, serta berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

