Tim Patriot Kementrans-UNAIR Modernisasi Produksi Keripik, Kader Siap Open Order
MANOKWARI - Tim 3 Patriot Kementerian Transmigrasi (Kementrans) 2026 yang bermitra dengan Universitas Airlangga (UNAIR) memperkenalkan teknologi tepat guna berupa mesin slicer dan spinner untuk meningkatkan efisiensi produksi keripik olahan masyarakat di Papua Barat.
Uji coba peralatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan pemberdayaan masyarakat untuk membantu kader meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta peluang pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal.
Sebelumnya, proses pembuatan keripik masih mengandalkan pemotongan bahan baku secara manual yang membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak. Ketebalan irisan juga cenderung kurang seragam, sementara penirisan minyak secara tradisional belum optimal.
Melalui penggunaan mesin slicer, proses perajangan bahan baku seperti pisang menjadi lebih cepat dengan ketebalan irisan yang lebih konsisten. Sementara itu, mesin spinner membantu meniriskan minyak setelah penggorengan sehingga produk keripik diharapkan lebih renyah dan memiliki kualitas yang lebih baik.
Ketua Tim 3 Patriot Kementrans 2026 mitra UNAIR, Dr. Muthmainnah, mengatakan teknologi tersebut sangat membantu masyarakat dalam mempersingkat proses produksi keripik.
“Alat ini memang sangat efisien, mudah digunakan, dan manfaatnya luar biasa. Sangat membantu mempersingkat waktu proses pembuatan keripik sehingga hasil produknya tak diragukan lagi,” ujar Muthmainnah.
Antusiasme juga ditunjukkan para kader yang mencoba langsung kedua peralatan tersebut. Mereka menilai penggunaan mesin membuat pekerjaan lebih ringan, proses perajangan lebih cepat, serta hasil produksi terlihat lebih baik dibandingkan dengan metode manual.
Bahkan, sejumlah kader mengaku tertarik memiliki peralatan serupa untuk mendukung usaha rumahan mereka. Setelah mengikuti praktik penggunaan mesin, para kader semakin percaya diri untuk meningkatkan produksi dan mulai menawarkan keripik kepada konsumen.
Modernisasi peralatan produksi ini diharapkan dapat membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga, memperkuat kemandirian ekonomi perempuan, serta mendorong pertumbuhan usaha mikro di wilayah perdesaan dan transmigrasi.
Program tersebut juga sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan industri dan inovasi.
Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan berkelanjutan, Tim Patriot Kementrans-UNAIR berharap produk keripik lokal dapat berkembang menjadi usaha yang lebih produktif, memiliki daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Sumber: Rilis TEP 3 Unair
What's Your Reaction?