Jarak Pandang Anjlok, Seluruh Penerbangan dari dan ke Manokwari Hari Ini Dibatalkan
MANOKWARI - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat. Seluruh jadwal penerbangan dari dan menuju bandara tersebut pada Selasa (6/10/2026) terpaksa dibatalkan karena jarak pandang pilot berada di bawah batas keselamatan operasional.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Herman Sujito, mengatakan kondisi kabut asap menyebabkan jarak pandang menurun drastis sehingga penerbangan komersial maupun perintis tidak dapat dioperasikan.
“Hari ini semua rute penerbangan dibatalkan karena jarak pandang saat pagi hari itu hanya sekitar 3 kilometer, dan siangnya hanya 1 kilometer saja,” ujar Herman di Manokwari, Selasa.
Menurut dia, sejumlah rute penerbangan komersial yang terdampak pembatalan meliputi Jakarta-Manokwari, Makassar-Manokwari, Manokwari-Sorong, Kaimana-Manokwari, Jayapura-Manokwari, serta Nabire-Manokwari.
Tidak hanya penerbangan komersial, tiga rute penerbangan perintis pada siang hari juga dibatalkan. Ketiganya yakni Wasior-Manokwari, Manokwari-Kambuaya, dan Manokwari-Teminabuan.
“Penerbangan komersial maupun perintis tidak bisa beroperasi, karena jarak pandang di bawah ketentuan keselamatan operasional,” katanya.
Herman menegaskan, keputusan pembatalan penerbangan dilakukan sebagai langkah untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat. Kondisi jarak pandang yang rendah dinilai berisiko terhadap keselamatan penerbangan apabila pesawat tetap dipaksakan beroperasi.
“Kami berharap masyarakat pengguna jasa transportasi udara memahami situasi yang berada di luar kendali manusia. Pembatalan penerbangan dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang maupun awak pesawat,” ujarnya.
UPBU Rendani, kata Herman, terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar Bandara Rendani.
Hasil pemantauan tersebut menjadi salah satu dasar bagi pihak bandara dan maskapai untuk menentukan apakah penerbangan dapat kembali dioperasikan.
“Kami tentu berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal,” kata Herman.
Sementara itu, salah satu penumpang rute Manokwari-Jakarta, Ari Pomanto, mengaku mendapat pemberitahuan dari pihak maskapai terkait pembatalan penerbangan yang seharusnya dilakukan pada Selasa siang.
Menurut Ari, pihak maskapai juga telah memberikan pilihan perubahan jadwal penerbangan ke Kamis (7/10) sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan kondisi kabut asap masih terjadi pada Rabu.
“Saya harusnya berangkat siang ini tapi batal dan dipindahkan ke Kamis. Kalau mau refund juga bisa tapi ada potongan 10 persen,” ucapnya.
Pembatalan seluruh penerbangan tersebut berdampak pada mobilitas penumpang dari dan menuju Manokwari. Pihak bandara mengimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai serta perkembangan kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Keselamatan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama hingga kondisi jarak pandang kembali memenuhi persyaratan operasional.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?