TEP Kementrans UNAIR Bersama Kader Prafi Siapkan Lahan, Dorong Keluarga Sadar Gizi dan Ekonomi Kader

Aug 23, 2026 - 13:46
 7
TEP Kementrans UNAIR Bersama Kader Prafi Siapkan Lahan, Dorong Keluarga Sadar Gizi dan Ekonomi Kader
TEP Patriot Unair bersihkan lahan dukung ketahanan pangan lokal (Red)

MANOKWARI - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia mitra Universitas Airlangga (UNAIR) mulai turun langsung bersama kader menyiapkan lahan produktif di kawasan transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, pada Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Penguatan Ekonomi Keluarga Kader sekaligus pengembangan KADARZI atau Keluarga Sadar Gizi. Lahan yang disiapkan nantinya tidak sekadar menjadi tempat bercocok tanam, tetapi diarahkan sebagai sumber pangan keluarga, ruang belajar kader, sekaligus cikal bakal kegiatan ekonomi produktif yang dapat dikelola secara berkelanjutan.

Tim dipimpin Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., bersama Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si., Imeldawati Tambunan, S.KM., Anggun Anggifosari, S.I.Kom., Surma Elisa Manihuruk, S.KM., M.Kes., dan Widyasari Yuni Agustin, S.T. Mereka bekerja bersama kader mulai dari melihat kesiapan lahan, membersihkan area, menentukan bagian yang dapat dimanfaatkan, hingga mendiskusikan komoditas pangan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan kondisi setempat.

Bagi tim, kegiatan ini bukan sekadar menanam. Ada tujuan yang lebih besar: membantu keluarga kader memiliki akses pangan bergizi sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru dari rumah dan lingkungan mereka sendiri.

“Pemberdayaan tidak cukup berhenti pada pelatihan. Kami ingin kader memiliki kegiatan yang benar-benar bisa tumbuh, menghasilkan pangan untuk keluarga, dan suatu saat memberikan tambahan pendapatan. Kader sehat, keluarganya kuat, dan ekonominya juga harus ikut tumbuh,” ujar Dr. Muthmainnah.

Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi penting karena sehari-hari berada paling dekat dengan keluarga, ibu, dan anak. Karena itu, konsep KADARZI menjadi lebih kuat apabila kader tidak hanya menyampaikan pesan mengenai gizi, tetapi juga mampu menunjukkan praktik penyediaan pangan sehat dari lingkungan keluarga sendiri.

Dari Lahan Kosong Menjadi Lahan Produktif

Penyiapan lahan menjadi langkah awal sebelum program bergerak ke tahap budidaya. Tim bersama kader memetakan jenis tanaman pangan dan sayuran yang mudah dipelihara, dapat dikonsumsi keluarga, serta mempunyai peluang untuk dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi.

Draf kutipan anggota TEP – perlu konfirmasi sebelum publikasi:

“Yang ingin dibangun bukan hanya kebunnya, tetapi kebiasaan dan kemandirian keluarganya. Kalau kebutuhan pangan tertentu dapat dihasilkan sendiri, pengeluaran rumah tangga bisa ditekan. Jika produksinya berkembang, hasilnya juga berpeluang dijual,” ujar Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si., anggota TEP UNAIR.

Kader pun menjadi pelaku utama dalam kegiatan tersebut. Sejak awal, pendekatan yang digunakan tim adalah bekerja bersama masyarakat, bukan sekadar membawa program dari luar.

Draf kutipan kader – ganti dengan nama dan konfirmasi sebelum publikasi:

“Kami senang karena tidak hanya diberikan penjelasan, tetapi ikut menyiapkan dari awal. Harapannya nanti kebun ini bisa membantu kebutuhan dapur keluarga dan kalau hasilnya banyak, bisa menjadi tambahan penghasilan,” kata [Nama Kader], salah satu kader di Prafi.

Roadmap: Tidak Berhenti Setelah Menanam

Program Penguatan Ekonomi Keluarga Kader dirancang bertahap. Tahap pertama adalah pemetaan kebutuhan, potensi kader, serta kesiapan lahan. Tahap kedua, penyiapan lahan dan pemilihan komoditas pangan yang sesuai dengan kondisi lokal.

Memasuki tahap ketiga, kader akan diperkuat melalui praktik budidaya, pengelolaan hasil, pemanfaatan hasil panen untuk menu keluarga bergizi, serta pencatatan sederhana produksi dan pengeluaran. Tahap keempat diarahkan pada pengembangan nilai ekonomi. Jika produksi telah mencukupi kebutuhan keluarga, kelebihan hasil dapat dikemas, dipasarkan, atau dikembangkan menjadi produk olahan. Pada tahap ini, kemampuan kader dalam pemasaran, termasuk pemasaran digital sederhana, akan menjadi bagian penting. Selanjutnya, tahap kelima adalah keberlanjutan. Tim berharap terbentuk kelompok kader yang mampu mengelola kegiatan secara mandiri, membangun jejaring dengan Puskesmas, pemerintah kampung, kelompok masyarakat maupun mitra lainnya, sehingga program tetap berjalan setelah masa pendampingan TEP selesai.

Dengan alur tersebut, ukuran keberhasilan bukan hanya berapa banyak tanaman yang tumbuh, tetapi juga apakah keluarga semakin mudah memperoleh pangan bergizi, apakah pengeluaran pangan dapat ditekan, apakah ada hasil yang dapat dijual, dan apakah kader mampu melanjutkan kegiatan secara mandiri.

Program ini terutama berkaitan dengan SDG 2: Zero Hunger atau Tanpa Kelaparan, khususnya upaya memperkuat ketahanan pangan serta akses keluarga terhadap pangan yang aman, bergizi, dan cukup. Konsep ini sejalan dengan target SDG 2.1 dan 2.2 yang menekankan akses terhadap pangan bergizi serta pencegahan berbagai bentuk masalah gizi.

Kegiatan juga mendukung SDG 3: Good Health and Well-being atau Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena keluarga didorong menerapkan prinsip KADARZI dan memanfaatkan pangan lokal untuk memperbaiki kualitas konsumsi keluarga.

Dari sisi pemberdayaan, program beririsan kuat dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth atau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama melalui pengembangan kegiatan produktif, kewirausahaan skala rumah tangga, serta peningkatan nilai ekonomi hasil budidaya. Secara tidak langsung, penguatan sumber penghasilan keluarga juga mendukung SDG 1: No Poverty atau Tanpa Kemiskinan.

Melalui langkah sederhana yang dimulai dari menyiapkan sebidang lahan, TEP Kementrans–UNAIR bersama kader ingin membangun sesuatu yang lebih panjang: dari lahan menjadi pangan, dari pangan menjadi gizi, dan dari hasil produksi menjadi peluang ekonomi keluarga. Bagi tim, keberhasilan sesungguhnya akan terlihat ketika suatu hari kader dapat mengatakan, “Ini kebun kami, kami yang mengelola, keluarga kami yang merasakan manfaatnya, dan kami mampu meneruskannya.”

Sumber: Rilis Tim Ekspedisi Patriot Prafi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow