Pemprov Papua Barat Gandeng Telkomsel Bangun 4 BTS, Sasar Wilayah Blank Spot di Pegunungan Arfak

Oct 6, 2026 - 12:25
 6
Pemprov Papua Barat Gandeng Telkomsel Bangun 4 BTS, Sasar Wilayah Blank Spot di Pegunungan Arfak
Frans P. Istia, Kepala Dinas Kominfo Papua Barat (Red)

MANOKWARI - Pemerintah Provinsi Papua Barat menggandeng Telkomsel untuk membangun empat Base Transceiver Station (BTS) di Kabupaten Pegunungan Arfak. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini ditujukan untuk memperluas akses jaringan internet bagi masyarakat di sejumlah wilayah yang masih berada dalam kawasan blank spot.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo) Papua Barat, Frans P. Istia, mengatakan pemerintah daerah bersama tim teknis Telkomsel telah melakukan survei terhadap lokasi yang akan menjadi titik pembangunan BTS.

“Kami sudah kerja sama dengan Telkomsel. Pemerintah daerah siapkan tower dan power, nanti Telkomsel sediakan perangkat teknologi jaringan internetnya,” kata Istia di Manokwari, Senin.

Ia menjelaskan, empat lokasi pembangunan BTS tersebut berada di Distrik Hingk, Minyambouw, Taige dan Mimbey. Kehadiran BTS di wilayah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan jaringan hingga ke sejumlah kampung yang selama ini masih kesulitan mendapatkan akses telekomunikasi.

Menurut Istia, kerja sama dengan operator seluler menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah dengan kondisi geografis sulit.

“Ada sejumlah daerah yang kondisi geografisnya sangat sulit, sehingga tidak bisa hanya andalkan APBD. Solusinya, kerja sama dengan operator selular,” ujarnya.

Rencana pembangunan BTS tersebut mendapat respons positif dari masyarakat di empat distrik. Para kepala suku turut mendukung dengan menyediakan lahan dan mengerahkan masyarakat untuk membantu membersihkan lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Istia mengatakan, keterbatasan akses telekomunikasi selama ini menjadi salah satu kendala masyarakat di wilayah pegunungan dalam memperoleh layanan berbasis digital.

Dengan tersedianya jaringan yang lebih memadai, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengakses layanan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan hingga mendukung aktivitas ekonomi.

“Kondisi medan yang sulit, jumlah penduduk sedikit, jarak antarkampung yang jauh, sehingga Telkomsel tidak berani ambil investasi 100 persen. Solusinya yaitu kerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov Papua Barat telah memanfaatkan perangkat Starlink untuk membantu mengatasi persoalan blank spot di Pegunungan Arfak. Namun, menurut Istia, jangkauan perangkat tersebut masih terbatas sehingga pembangunan BTS dinilai menjadi langkah lanjutan untuk memperluas cakupan jaringan.

“ Ada beberapa wilayah di Pegunungan Arfak yang pakai jaringan Bakti dan Starlink, tapi jaringan internetnya terbatas sekali,” katanya.

Selain Pegunungan Arfak, Pemprov Papua Barat juga mulai memetakan sejumlah kawasan blank spot di kabupaten lain. Salah satunya Kampung Aisandami di Distrik Teluk Duari dan wilayah Kepulauan Auri di Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk mendukung perluasan konektivitas, sekaligus menunjang pengembangan potensi pariwisata di wilayah yang selama ini masih terkendala akses komunikasi dan internet.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow