LPS Sinergi Bersama Media Perkuat Literasi Keuangan di Papua Barat

Aug 26, 2026 - 11:34
 9
LPS Sinergi Bersama Media Perkuat Literasi Keuangan di Papua Barat
LPS Media Meet Up tingkatkan literasi keuangan di Papua Barat (Tri Santoso)

MANOKWARI - Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua terus memperkuat sinergi dengan insan media di Papua Barat melalui kegiatan LPS Media Meet Up Papua Barat 2026, yang digelar di Manokwari, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LPS memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai literasi keuangan, penjaminan simpanan, sekaligus pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap industri perbankan.

Kepala Kantor Perwakilan LPS III Sulampua, Fuad Zaen, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para insan media dalam kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di Manokwari tersebut.

Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis LPS dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait perbankan dan penjaminan simpanan.

“Di tengah derasnya arus informasi, jurnalisme yang berkualitas sangat penting, khususnya dalam isu perbankan, karena kepercayaan publik merupakan fondasi stabilitas sistem keuangan. Melalui pemberitaan yang akurat, edukatif, berimbang, dan mudah dipahami, rekan-rekan media dapat turut membantu meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat di Papua Barat terhadap industri perbankan,” ujar Fuad.

LPS sendiri merupakan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 yang telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Dalam menjalankan tugasnya, LPS memiliki fungsi menjamin simpanan nasabah perbankan, melaksanakan resolusi bank, turut aktif memelihara stabilitas sistem keuangan, serta akan menjalankan Program Penjaminan Polis yang dimulai pada 2028.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Edukasi, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Kelembagaan Kantor Perwakilan LPS III, Yuke Fatihaturrahmah, memaparkan perkembangan cakupan penjaminan simpanan di Papua Barat.

Hingga 31 Juli 2026, tercatat sekitar 2,10 juta rekening atau 99,97 persen rekening nasabah bank di Papua Barat dijamin penuh oleh LPS. Persentase tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan cakupan penjaminan secara nasional yang berada di angka 99,95 persen.

Yuke menjelaskan, LPS menjamin simpanan nasabah hingga Rp2 miliar per nasabah pada setiap bank. Meski demikian, masyarakat perlu memahami persyaratan agar simpanannya dapat memenuhi kriteria layak bayar.

Persyaratan tersebut dikenal dengan Syarat 3T, yakni simpanan tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga yang diterima nasabah tidak melebihi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS, serta nasabah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank atau melanggar hukum.

“LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank. Namun, masyarakat juga perlu memperhatikan kriteria simpanan layak bayar atau Syarat 3T,” jelas Yuke.

Tak hanya membahas penjaminan simpanan, LPS Media Meet Up juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berbagi pengalaman dalam membangun dan mengembangkan usaha.

Dalam sesi “Membangun UMKM dengan Berani, Tertib, dan Digital”, LPS menghadirkan Umroh, pengurus Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Manokwari sekaligus pelaku usaha Rumah Sprei Manokwari.

Umroh membagikan pengalaman membangun usaha dari awal, termasuk pentingnya keberanian untuk memulai, kedisiplinan dalam mengelola keuangan, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Menurutnya, salah satu persoalan yang kerap dihadapi pelaku UMKM adalah kurang tertibnya pencatatan keuangan. Karena itu, pemasukan dan pengeluaran perlu dicatat secara rutin dan keuangan usaha harus dipisahkan dari kebutuhan pribadi.

“Usaha yang bagus bukan hanya yang ramai pembeli, tetapi yang pemiliknya tahu persis berapa untung dan ruginya setiap bulan, sehingga harus disiplin melakukan pencatatan keuangan,” ujarnya.

Melalui LPS Media Meet Up Papua Barat 2026, LPS berharap hubungan dengan insan media tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam memberikan informasi yang benar, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Dengan semakin baiknya pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, penjaminan simpanan, dan industri perbankan, LPS meyakini kepercayaan publik dapat terus diperkuat. Pada akhirnya, hal tersebut turut mendukung terciptanya sistem keuangan yang stabil serta pertumbuhan ekonomi Papua Barat yang inklusif dan berkelanjutan.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow