Wagub Lakotani: Job Fair Papua Barat 2026 Harus Hasilkan Penyerapan Tenaga Kerja Nyata

Sep 16, 2026 - 13:07
 51
Wagub Lakotani: Job Fair Papua Barat 2026 Harus Hasilkan Penyerapan Tenaga Kerja Nyata
Wagub Mohammad Lakotani buka Job Fair Papua Barat 2026 (Tri Santoso)

MANOKWARI - Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani membuka Job Fair Papua Barat 2026 yang digagas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Papua Barat di Lapangan Voli Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Manokwari, Rabu (16/9/2026).

Job Fair yang berlangsung selama tiga hari, 16-18 September 2026, mengusung tema “Membuka Lapangan Kerja dan Mengurangi Angka Pengangguran Orang Asli Papua”.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Papua Barat Edward Dowansiba dalam laporannya mengatakan, Job Fair menjadi wadah pertemuan langsung antara pencari kerja dengan perusahaan maupun instansi yang membutuhkan tenaga kerja.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga mendukung program Papua Produktif melalui peningkatan kesempatan kerja dan pengurangan angka pengangguran di Papua Barat, sekaligus mendorong keterbukaan informasi lowongan pekerjaan secara transparan dan akuntabel.

“Peserta Job Fair berjumlah 28 perusahaan dengan lowongan pekerjaan sebanyak 643 orang,” kata Edward dalam laporannya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menyurati sejumlah perusahaan, termasuk LNG Tangguh, BP, Genting Oil serta sejumlah perusahaan lainnya untuk menyampaikan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.

Selain perusahaan, Job Fair juga menghadirkan UMKM dari Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Teluk Bintuni untuk promosi produk mereka.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani menegaskan persoalan ketenagakerjaan tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan tersedianya lowongan pekerjaan.

“Kita harus melihatnya sebagai sebuah ekosistem yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, dan keterampilan, serta kebutuhan dunia usaha, investasi dan kebijakan pemerintah,” ujar Lakotani.

Ia menegaskan Job Fair Papua Barat 2026 harus menjadi sarana untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan masyarakat pencari kerja.

Menurutnya, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, disiplin dan produktif, sementara masyarakat, khususnya generasi muda Papua Barat, membutuhkan akses yang terbuka terhadap informasi dan kesempatan kerja.

“Job Fair ini bukan sekadar kegiatan seremonial dan bukan sekadar pameran lowongan pekerjaan. Kegiatan ini harus menghasilkan penyerapan tenaga kerja secara nyata,” tegasnya.

Lakotani meminta setiap lowongan yang ditawarkan dalam Job Fair benar-benar merupakan kebutuhan tenaga kerja yang tersedia dan dapat diakses secara transparan oleh para pencari kerja.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal, khususnya Orang Asli Papua, seiring dengan besarnya potensi investasi di Papua Barat pada sektor minyak dan gas, pertambangan, perkebunan, kehutanan, perikanan dan kelautan, pariwisata, konstruksi, perdagangan hingga jasa.

“Kita tidak ingin investasi tumbuh, perusahaan berkembang dan kegiatan ekonomi meningkat, tetapi pada sisi yang lain masyarakat kita hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri,” katanya.

Karena itu, Lakotani mengajak seluruh pimpinan perusahaan yang beroperasi dan berinvestasi di Papua Barat membangun komitmen bersama untuk memberikan ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal, khususnya Orang Asli Papua.

Namun, keberpihakan tersebut, kata dia, harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia.

“Pemerintah tidak meminta kepada perusahaan untuk mengabaikan asas profesionalisme dan kompetensi. Pemerintah akan membantu menyiapkan program-program dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi tenaga kerja lokal yang ada di Papua Barat,” ujarnya.

Kepada para pencari kerja, khususnya generasi muda Papua Barat, Lakotani berpesan agar tidak kehilangan semangat dan harapan.

Ia mengingatkan bahwa dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan ijazah, tetapi juga kompetensi, kedisiplinan, integritas, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, penguasaan teknologi, kreativitas serta kemauan untuk terus belajar.

“Manfaatkan Job Fair ini dengan sebaik-baiknya. Kenali perusahaan yang Saudara minati, pelajari kualifikasi yang dibutuhkan, siapkan dokumen lamaran dengan baik, tunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri, serta jangan takut mencoba setiap kesempatan yang tersedia,” pesannya.

Ia kemudian meminta perangkat daerah terkait melakukan pendataan dan pemantauan setelah Job Fair berakhir, mulai dari jumlah pencari kerja yang melamar, mengikuti seleksi hingga yang diterima bekerja.

Selain itu, pemerintah diminta membangun sistem informasi pasar kerja Papua Barat yang semakin terintegrasi agar informasi lowongan dapat diperoleh masyarakat secara cepat, mudah, transparan dan berkelanjutan.

Lakotani juga mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, lembaga pelatihan dan lembaga sertifikasi profesi untuk menyusun pendidikan dan pelatihan berdasarkan kebutuhan riil dunia kerja.

“Proses rekrutmen harus dilakukan secara terbuka, transparan, profesional dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan pencari kerja,” tegasnya.

Setelah pelaksanaan Job Fair, Lakotani meminta dilakukan evaluasi secara terukur untuk mengetahui jumlah lowongan yang tersedia, pencari kerja yang mendaftar, peserta yang mengikuti seleksi hingga jumlah yang akhirnya diterima dan ditempatkan bekerja.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow