Kemasan Lebih Rapi, Usaha Makin Siap: Kader Smart Posyandu Prafi Uji Coba Vacuum Sealer

Oct 11, 2026 - 18:27
 5
Kemasan Lebih Rapi, Usaha Makin Siap: Kader Smart Posyandu Prafi Uji Coba Vacuum Sealer
Uji coba vacuum sealer untuk maksimalkan produk yang akan di pasarkan kader posyandu prafi (Red)

MANOKWARI - Kader SMART Posyandu Prafi, Papua Barat, mulai mengembangkan kualitas kemasan produk pangan lokal dengan mencoba penggunaan vacuum sealer. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga mutu produk sekaligus meningkatkan kesiapan usaha kader dalam menjangkau pasar.

Uji coba tersebut merupakan bagian dari pendampingan Program SMART Kader Posyandu oleh Tim 3 Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi dari Universitas Airlangga (UNAIR). Melalui kegiatan ini, para kader belajar menggunakan alat pengemasan yang dapat membantu melindungi produk selama penyimpanan dan pengiriman.

Ketua Tim, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., mengatakan pendampingan tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga mencakup pengemasan agar produk kader semakin siap dipasarkan.

“Produk kader punya potensi untuk berkembang. Karena itu, pendampingan perlu dilakukan sampai tahap pengemasan. Kami ingin ibu-ibu mampu memilih kemasan yang sesuai, menggunakan alat dengan benar, dan memahami cara penyimpanannya supaya kualitas produk lebih terjaga ketika sampai kepada pembeli,” ungkapnya.

Penggunaan vacuum sealer dilakukan dengan mengeluarkan udara dari kemasan sebelum merekatkan bagian pembukanya. Namun, penerapannya harus disesuaikan dengan karakter produk. Keripik, misalnya, membutuhkan pengaturan yang tepat agar tidak mudah remuk, sedangkan produk basah seperti bakso, tahu bakso, dan nugget tetap memerlukan penyimpanan dingin atau beku sesuai kebutuhan.

Lailatul, salah satu kader SMART Posyandu, berharap keterampilan tersebut membantu kelompoknya menghasilkan kemasan yang lebih menarik dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Kami ingin makanan yang sudah dibuat dengan sungguh-sungguh bisa sampai ke pembeli dalam kondisi baik. Dengan belajar memakai alat ini, kami jadi punya bekal untuk memperbaiki kemasan. Harapannya, pembeli semakin percaya dan mau memesan lagi,” tuturnya.

Ke depan, pendampingan diharapkan berlanjut pada pencatatan produksi, pemberian label, penentuan cara penyimpanan, hingga pemasaran. Penggunaan kemasan vakum juga perlu disertai evaluasi yang sesuai sebelum kader menetapkan masa simpan atau mencantumkan tanggal kedaluwarsa produk.

Program ini diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui peningkatan keterampilan usaha dan upaya mengurangi kerusakan produk pangan.

Melalui uji coba vacuum sealer, kader SMART Posyandu Prafi diharapkan semakin terampil mengelola usaha pangan lokal secara mandiri, dengan kemasan yang sesuai, mutu yang terjaga, dan peluang pasar yang semakin terbuka.

Rilis: TEP 3 Unair

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow