Kader SMART Posyandu Prafi Belajar Tampil di Depan Kamera, Kenalkan Produk dan Edukasi Gizi

Oct 11, 2026 - 18:22
 9
Kader SMART Posyandu Prafi Belajar Tampil di Depan Kamera, Kenalkan Produk dan Edukasi Gizi
Kader Smart posyandu Prafi Belajar edutainment didepan kamera

MANOKWARI - Kader SMART Posyandu di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai mempromosikan produk olahan mereka melalui video edukasi. Selain memperkenalkan produk, para kader belajar menyampaikan informasi bahan baku, proses pengolahan, dan edukasi gizi kepada calon pembeli.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan Tim 3 Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Universitas Airlangga (UNAIR) terhadap enam kelompok kader di Distrik Prafi. Produk yang diperkenalkan antara lain keripik bayam, cistik labu, sale pisang, minyak kelapa, keripik keladi, keripik pisang cokelat, keripik pisang original, dan keripik singkong. Produk-produk tersebut telah memiliki sertifikasi halal, PIRT, izin usaha, dan NPWP.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., menjelaskan bahwa video tersebut dirancang untuk membantu konsumen mengenal produk sekaligus mengetahui siapa yang membuatnya. Para kader menjelaskan bahan baku yang digunakan, termasuk hasil kebun sendiri, serta proses pengolahan sesuai resep masing-masing produk.

“Dalam video, kader menyebutkan nama produk dan menjelaskan bahan bakunya, termasuk bahan yang diambil dari kebun milik mereka sendiri. Kader juga menjelaskan bahwa produk yang dibuat tidak menggunakan pengawet, pewarna buatan, atau penyedap seperti micin,” ujar Muthmainnah.

Selain keterampilan promosi, para kader belajar menyampaikan informasi gizi dengan bahasa sederhana. Dalam video keripik bayam, misalnya, mereka mengenalkan bayam sebagai salah satu bahan pangan yang mengandung zat besi dan mengaitkannya dengan pentingnya mengonsumsi makanan beragam. Informasi kandungan gizi produk jadi tetap perlu dibedakan dari kandungan bahan bakunya.

Proses pembuatan video juga menjadi pengalaman baru bagi para kader. Mereka berlatih mengingat urutan penjelasan, berbicara dengan jelas, dan menatap kamera. Jika lupa kalimat atau penyampaian kurang lancar, pengambilan gambar diulang hingga mendapatkan hasil yang diharapkan.

“Awalnya kami gugup. Sudah mulai bicara, tiba-tiba lupa kalimat berikutnya. Tim Patriot mengajari kami dengan sabar, meskipun harus take berkali-kali. Kami tetap semangat. Setelah melihat hasilnya, kami senang karena ternyata bisa menjelaskan produk sendiri,” ungkap salah seorang kader.

Pendampingan ini juga mencakup penggunaan alat produksi, seperti slicer untuk membantu mengiris bahan keripik dan spinner untuk meniriskan minyak setelah penggorengan. Penggunaan alat tersebut diharapkan dapat meringankan pekerjaan kader dan meningkatkan efisiensi produksi, dengan tetap memperhatikan kebersihan, proses pengolahan, dan kualitas produk.

Muthmainnah mengatakan, video edukasi akan diunggah ke media sosial dan ditautkan melalui kode QR pada label kemasan. Dengan demikian, pembeli dapat memindai kode tersebut untuk menyaksikan penjelasan langsung dari kader mengenai bahan, proses pengolahan, dan cerita di balik produk yang mereka hasilkan.

Program ini mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui pendampingan tersebut, enam kelompok kader di Prafi diharapkan semakin percaya diri memasarkan produk, mengembangkan keterampilan digital, dan memperluas jangkauan pasar secara mandiri.

Rilis: TEP 3 Unair 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow