Gubernur Dominggus Mandacan Tekankan Hilirisasi Ekonomi dan Pemberdayaan Adat dalam Musrenbang 2027
MANOKWARI – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Barat Tahun 2027. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Niu, Manokwari, Kamis (7/5/2026).
Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri", forum ini menjadi momentum krusial dalam menyusun strategi pembangunan masa depan di Bumi Kasuari.
Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Plt. Kepala Bappeda Provinsi Papua Barat, Profesor Charlie D. Heatubun. Dia menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan prioritas pembangunan nasional dengan daerah.
“Fokus kami adalah mengintegrasikan program perangkat daerah dalam RKPD 2027 serta menyepakati arah kebijakan dalam kerangka Otonomi Khusus. Hasil dari forum ini ditargetkan berupa kesepakatan bersama yang akan dituangkan dalam penandatanganan berita acara sebagai dasar penyempurnaan dokumen RKPD,” ujar Prof. Charlie.
Hilirisasi dan Manfaat Dana Otsus Dalam arahannya, Gubernur Dominggus Mandacan menegaskan bahwa perencanaan tahun 2027 harus menjadi pijakan kuat untuk pembangunan yang inklusif. Beliau menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah agar dana Otsus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Gubernur menekankan bahwa tema pembangunan tahun 2027 mengenai pemerataan pelayanan dasar, pemberdayaan masyarakat adat, dan hilirisasi ekonomi lokal harus dijabarkan dalam program kerja yang konkret.
“Kita tidak boleh lagi hanya bergantung pada penjualan bahan mentah. Hilirisasi ekonomi lokal di sektor perikanan, pertanian, maupun kehutanan harus menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat kita, terutama masyarakat adat,” tegas Dominggus.
Empat Pilar Utama Otonomi Khusus Terkait penggunaan dana Otsus, Gubernur menginstruksikan seluruh pimpinan daerah dan kepala perangkat daerah untuk memastikan alokasi anggaran tepat sasaran pada empat pilar utama: Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, dan Infrastruktur Dasar.
Ia mengingatkan bahwa kesuksesan Otsus tidak hanya diukur dari besarnya serapan anggaran, melainkan dari sejauh mana kualitas hidup Orang Asli Papua (OAP) meningkat dan angka kemiskinan ekstrem dapat ditekan.
Lepaskan Ego Sektoral Menutup sambutannya, Dominggus Mandacan mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten, tokoh masyarakat, hingga akademisi, untuk bekerja sama dan melepaskan ego sektoral.
“Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas administrasi. Ini adalah wadah kita untuk menyatukan hati dan pikiran demi masa depan Papua Barat yang lebih mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.
Acara kemudian dibuka secara resmi yang ditandai dengan pemukulan tifa oleh Gubernur, didampingi oleh jajaran pejabat daerah forkopimda di lingkup pemerintah papua barat.
Penulis : kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

