Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Petakan Potensi Prafi sebagai Sentra Pangan dan Ekonomi Manokwari

Aug 23, 2026 - 13:54
 10
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Petakan Potensi Prafi sebagai Sentra Pangan dan Ekonomi Manokwari
Pemetaan potensi dan ekonomi diwilayah Prafi (Red)

MANOKWARI - Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra pangan sekaligus kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian.

Potensi tersebut menjadi perhatian Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) yang melakukan pemetaan lapangan terhadap aktivitas pertanian, perdagangan, serta peluang pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi Prafi.

Tim yang dipimpin Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes. bersama Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si.; Surma Elisa Manihuruk, S.KM., M.Kes.; Anggun Anggifosari, S.I.Kom.; Imeldawaati Tambunan, S.KM.; dan Widyasari Yuni Agustin, S.T., melakukan observasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk menggali potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Sebagai kawasan yang berkembang dari wilayah transmigrasi, Prafi memiliki sumber daya pertanian yang beragam. Beras, sayuran, buah-buahan, komoditas perkebunan hingga hasil peternakan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Produk-produk tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Prafi, tetapi juga dipasarkan ke wilayah perkotaan Manokwari dan kawasan sekitarnya.

Aktivitas pasar menjadi salah satu gambaran nyata pergerakan ekonomi masyarakat. Sejak pagi, hasil kebun dan pertanian dibawa untuk dipasarkan. Di tempat tersebut, petani, pedagang dan konsumen bertemu sekaligus membentuk rantai ekonomi yang menopang usaha rumah tangga.

Salah seorang pedagang di Prafi mengatakan, wilayah tersebut memiliki peluang pasar yang lebih luas apabila didukung distribusi dan akses pemasaran yang semakin baik.

“Prafi ini hasilnya melimpah. Kalau jalanan dan penjualannya makin lancar, kita bukan cuma jualan buat orang Manokwari saja, tapi bisa kirim ke mana-mana di Tanah Papua,” ujarnya.

Temuan lapangan menunjukkan bahwa tantangan pengembangan Prafi bukan hanya terletak pada kemampuan masyarakat memproduksi pangan. Penguatan rantai pasok, akses pasar, pengolahan pascapanen, pengemasan hingga pemasaran menjadi faktor penting agar produk masyarakat memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNAIR, Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes., mengatakan potensi lokal perlu dilihat tidak hanya dari besarnya hasil pertanian, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mengembangkan hasil tersebut menjadi sumber pendapatan keluarga yang berkelanjutan.

“Potensi Prafi sangat kuat karena sumber dayanya sudah ada di masyarakat. Tantangan berikutnya adalah bagaimana hasil pertanian dan pangan lokal tersebut memiliki nilai tambah, pasar yang lebih luas, dan pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Anggota Tim Ekspedisi Patriot UNAIR, Sri Rahmawati, S.Psi., M.Si., menilai kekuatan Prafi juga terletak pada masyarakat yang telah memiliki pengalaman bertani dan menjalankan usaha secara turun-temurun.

Menurutnya, pengembangan kawasan perlu memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat untuk menjadi pelaku utama.

“Masyarakat sebenarnya sudah memiliki modal yang sangat penting, yaitu keterampilan, pengalaman, dan kemauan untuk berkembang. Pendampingan perlu diarahkan agar potensi tersebut semakin kuat dan masyarakat tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga mampu mengembangkan usahanya secara mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggun Anggifosari, S.I.Kom., menyoroti pentingnya penguatan promosi dan pemasaran produk lokal.

Menurutnya, hasil pertanian yang berkualitas perlu didukung komunikasi pemasaran yang tepat agar semakin dikenal konsumen.

“Produk lokal Prafi punya cerita dan potensi yang kuat. Ketika didukung dengan kemasan, identitas produk, dan pemasaran digital yang baik, peluang pasarnya bisa jauh lebih luas,” jelasnya.

Pengembangan sektor pertanian Prafi juga memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Manokwari.

Produksi pangan lokal yang semakin baik dapat membantu meningkatkan ketersediaan bahan pangan dari wilayah sendiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap distribusi dari luar Papua Barat.

Potensi tersebut semakin besar apabila dikombinasikan dengan pengembangan usaha mikro dan ekonomi keluarga. Hasil kebun tidak harus selalu dijual dalam bentuk bahan mentah. Sayuran, buah-buahan, hasil peternakan dan berbagai komoditas pangan lainnya dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui pemetaan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot UNAIR juga melihat peluang integrasi dengan program SMART Posyandu: Penguatan Ekonomi Keluarga Kader.

Pemanfaatan pangan lokal dapat dikembangkan bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menyediakan alternatif pangan bergizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis sumber daya setempat.

Dengan demikian, pengembangan ekonomi dan peningkatan kesehatan masyarakat dapat berjalan beriringan. Keluarga memperoleh peluang meningkatkan pendapatan, sementara masyarakat semakin mudah memperoleh sumber pangan bergizi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selaras dengan Target SDGs

Penguatan potensi ekonomi Prafi juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pengembangan produksi dan pemanfaatan pangan lokal mendukung SDG 2: Zero Hunger, terutama melalui peningkatan ketahanan pangan dan akses masyarakat terhadap sumber makanan bergizi.

Peningkatan usaha petani, pedagang dan UMKM berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth, karena membuka peluang usaha dan menciptakan sumber pendapatan berbasis potensi lokal.

Jika pengembangan pertanian dilakukan dengan memperhatikan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, kegiatan tersebut turut mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production.

Sementara itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha dan berbagai pemangku kepentingan mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals.

Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar pembangunan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas masyarakat, akses pemasaran, inovasi dan keberlanjutan usaha.

Bagi Tim Ekspedisi Patriot UNAIR, Prafi bukan sekadar kawasan dengan lahan subur dan hasil pertanian melimpah.

Di balik aktivitas pasar, kebun dan usaha keluarga, terdapat peluang besar untuk membangun model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan ketahanan pangan, kesehatan keluarga, kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan penguatan rantai pasok, peningkatan kapasitas masyarakat, inovasi produk serta pemasaran yang semakin terbuka, Prafi berpeluang berkembang sebagai salah satu contoh kawasan transmigrasi yang tumbuh dari kekuatan sumber daya dan masyarakatnya sendiri.

Rilis: TEP Unair Kementrans di Prafi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow