Koperasi Jadi Jalan Baru, Pengrajin Noken dan Pedagang Sayur di Mansel Dapat Pendampingan
MANOKWARI SELATAN - Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat mendorong kelompok masyarakat di Kabupaten Manokwari Selatan memperkuat usaha melalui kelembagaan koperasi.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Fasilitasi Pendampingan dan Penyuluhan Pendirian Koperasi yang digelar di Kampung Abreso, Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan ini diikuti 24 peserta yang berasal dari Kelompok Pengrajin Noken dan Kelompok Pedagang Sayuran. Para peserta mendapatkan pendampingan mengenai tata cara, tahapan, hingga persyaratan yang harus dipenuhi dalam proses pendirian koperasi.
Pendampingan tersebut juga memberikan pemahaman mengenai peran koperasi sebagai wadah ekonomi bersama yang dapat memperkuat kelembagaan kelompok, meningkatkan kerja sama antaranggota, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Manokwari Selatan, Nico N.T. Rumaseb, S.TP, dalam materinya menjelaskan mengenai arah pembentukan koperasi.
Ia memberikan gambaran kepada peserta agar koperasi dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi ekonomi para anggotanya. Dengan begitu, koperasi yang nantinya berdiri tidak sekadar menjadi kelembagaan formal, tetapi benar-benar mampu menjadi wadah bersama untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan anggota.
Materi selanjutnya disampaikan Kasi Penyuluh Tata Laksana, Demi Sostenes Ullo, S.IP, yang membahas dimensi pembentukan koperasi. Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan agar kelembagaan koperasi dapat dibangun secara terarah dan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kasi Perlindungan Koperasi, Nicolas E.P. Namsa, SE, memberikan penjelasan teknis terkait pengisian berita acara rapat pembentukan koperasi serta kelengkapan administrasi untuk proses pengesahan badan hukum koperasi melalui akta notaris.
Pendampingan administrasi tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya memahami manfaat koperasi, tetapi juga mengetahui tahapan konkret yang harus dilakukan hingga koperasi dapat berdiri secara resmi.
Potensi ekonomi kelompok pengrajin noken dan pedagang sayuran di Kampung Abreso menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan kelembagaan tersebut.
Usaha kerajinan noken memiliki peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan produksi, pengelolaan usaha dan perluasan akses pemasaran. Sementara kelompok pedagang sayuran memiliki aktivitas ekonomi yang berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya koperasi, berbagai potensi tersebut diharapkan dapat dikelola secara bersama sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para anggota.
Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat berharap kelompok pengrajin noken dan pedagang sayuran dapat memahami seluruh alur pendirian koperasi, mulai dari pembentukan, penyusunan administrasi hingga proses pengesahan badan hukum.
Pemerintah juga mendorong agar koperasi yang nantinya terbentuk dapat dikelola secara profesional, transparan dan berorientasi pada kepentingan serta kesejahteraan seluruh anggota.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan koperasi yang tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan kelembagaan koperasi yang kuat, potensi ekonomi lokal seperti kerajinan noken dan perdagangan hasil pertanian diharapkan mampu berkembang menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Manokwari Selatan.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?