Kader Posyandu Prafi Minati Pelatihan Jajanan Anak Sehat untuk Dikembangkan Jadi Usaha
MANOKWARI - Tim 3 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan wawancara dengan kader Posyandu di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemetaan awal untuk mengetahui kebutuhan, potensi, serta minat kader sebelum pelaksanaan pendampingan.
Wawancara dilakukan untuk memastikan program yang diberikan nantinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan kader di lapangan. Selain penguatan kapasitas di bidang kesehatan, Tim 3 juga menggali peluang yang dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga kader.
Dalam wawancara tersebut, salah satu kader menyampaikan ketertarikannya mengikuti pelatihan pengolahan makanan. Keterampilan tersebut diharapkan tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan.
“Inginnya pelatihan membuat jajanan anak yang lebih sehat, seperti sosis, nugget,” ujar salah satu kader Posyandu.
Keinginan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus minat kader terhadap keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengolahan jajanan sehat juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk rumahan yang memiliki nilai ekonomi.
Minat kader terhadap pelatihan pengolahan makanan menjadi salah satu masukan penting bagi Tim 3 Ekspedisi Patriot UNAIR. Pendampingan ke depan diharapkan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan kader dalam menjalankan tugas di Posyandu, tetapi juga membantu mengembangkan potensi ekonomi keluarga.
Dengan keterampilan yang tepat, kader dapat mengolah bahan menjadi produk bernilai tambah. Produk tersebut kemudian dapat dipasarkan secara sederhana di lingkungan sekitar maupun dikembangkan lebih lanjut sesuai potensi pasar lokal.
Hasil wawancara menjadi bahan bagi Tim 3 dalam menyusun kegiatan pendampingan. Pendekatan yang dilakukan adalah mendengarkan kebutuhan kader terlebih dahulu, kemudian menyesuaikannya dengan program yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan tersebut, kader diharapkan tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga terlibat aktif dalam menentukan keterampilan yang ingin dikembangkan. Dengan demikian, pendampingan dapat memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh kader dan keluarganya.
Upaya penguatan ekonomi keluarga kader Posyandu juga sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung SDG 1 Tanpa Kemiskinan melalui peningkatan kapasitas ekonomi keluarga dan SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan keterampilan yang berpotensi menjadi usaha.
Sementara itu, keinginan kader untuk membuat jajanan yang lebih sehat turut berkaitan dengan SDG 2 Tanpa Kelaparan dan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama dalam mendorong pilihan makanan yang lebih sehat bagi anak.
Wawancara tersebut menunjukkan bahwa kader Posyandu di Prafi memiliki keinginan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru. Minat terhadap pelatihan jajanan sehat menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dalam program pendampingan.
Melalui pendampingan yang sesuai kebutuhan, kader diharapkan semakin berdaya, baik dalam menjalankan peran di Posyandu maupun dalam membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarganya.
Sumber: Rilis Tim 3 Expedisi Patriot UNAIR
What's Your Reaction?

