36 Putra Putri Terbaik Siap Jalani Pelatihan Paskibraka
MANOKWARI — Pemerintah Provinsi Papua Barat secara resmi membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan calon pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Papua Barat tahun 2026 yang dipusatkan di Aula BPMP Papua Barat.
Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat, Theodorus Kawer, mengatakan rangkaian diklat ini resmi berlangsung mulai tanggal 22 juli 2026 hingga puncak pengibaran bendera pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan melatih jiwa kepemimpinan serta ketangguhan mental peserta agar memiliki karakter kuat dalam menyukseskan upacara kemerdekaan.
Pemusatan pelatihan tingkat provinsi ini diikuti oleh 36 siswa-siswi pilihan dari tingkat SMA/SMK yang mewakili 3 Kabupaten, diantaranya Kabupaten Manokwari sebanyak 30 orang, Kabupaten Fakfak sebanyak 3 orang dan Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) sebanyak 3 orang.
"4 Kabupaten lainnya (Pegunungan Arfak, Kaimana, Teluk Wondama, dan Teluk Bintuni) tidak mengirimkan utusan akibat keterbatasan anggaran, " Jelasnya.
Selain itu, dari 101 total calon peserta seleksi, sebanyak 38 putra-putri terbaik dipersiapkan untuk tingkat nasional, di mana sepasang utusan (2 orang) asal manokwari telah diberangkatkan ke Jakarta sejak 15 juli 2026 untuk mewakili papua barat di istana negara.
Pelaksanaan pelatihan tingkat Provinsi ini turut melibatkan unsur-unsur pendukung profesional, seperti tim pelatih 5 orang utusan dari Kodam XVIII/Kasuari, tim pembina sebanyak 3 orang utusan dewan pembina purna paskibraka indonesia (PPI) provinsi papua barat.
Tim medis tenaga kesehatan utusan dari Rumah Sakit Provinsi Papua Barat. Sekretariat dan Pembiayaan dikelola langsung oleh kesbangpol papua barat dan didanai melalui APBD Provinsi Papua Barat tahun anggaran 2026.
acara pembukaan tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh asisten I Setda Papua Barat, Syors Ortisan Marini, yang hadir mewakili gubernur papua barat. Dalam sambutan tertulisnya, gubernur mengajak seluruh hadirin menengok kembali sejarah perjuangan bangsa, khususnya momentum sumpah pemuda 28 oktober 1928 sebagai landasan merajut persatuan.
"Pelatihan ini merupakan bentuk implementasi riil keterlibatan pemuda dalam pelaksanaan pembangunan bangsa," ujar Syors Ortisan Marini saat membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur juga menekankan agar para peserta bersyukur dan tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini, mengingat perjuangan kemerdekaan diraih dengan pengorbanan besar para pahlawan. Menutup sambutannya, instruksi tegas diberikan kepada para pelatih, pembina, serta panitia agar bekerja secara maksimal dan profesional demi mengantar para peserta siap mengemban tugas pada 17 agustus 2026 mendatang.
Penulis : kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

