Bachri Yasin: Calon ASN Bapenda Papua Barat Harus Ubah Mindset dan Jadi Teladan Taat Pajak

Jul 13, 2026 - 15:51
 30
Bachri Yasin: Calon ASN Bapenda Papua Barat Harus Ubah Mindset dan Jadi Teladan Taat Pajak
Bachri Yasin, Kepala Bapenda Papua Barat saat memberikan pengarahan pada 44 calon ASN di OPDnya (Red)

MANOKWARI - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua Barat, Dr. M. Bachri Yasin, SE., MM, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) bagi 44 calon Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti kegiatan pembekalan dan pengenalan tugas serta fungsi Bapenda, Senin (13/7/2026).

Dalam arahannya, Bachri Yasin menekankan bahwa ASN yang bertugas di Bapenda memiliki tanggung jawab berbeda dibanding perangkat daerah lainnya. Fokus utama mereka adalah mengelola dan meningkatkan pendapatan daerah demi mendukung pembangunan.

"Mulai saat ini, Bapak/Ibu harus menanamkan dalam benak bahwa Bapak/Ibu adalah petugas pendapatan daerah. Jika sebelumnya di perangkat daerah lain fokusnya melaksanakan dan menyerap anggaran, maka di Bapenda tugas utama adalah mengelola dan mencari pendapatan daerah," tegas Bachri.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama bagi setiap ASN. Menurutnya, seorang aparatur harus mampu menyelaraskan ucapan, pikiran, dan tindakan sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kewajiban membayar pajak.

"Integritas adalah kesesuaian antara ucapan, hati, dan tindakan. Jangan sampai apa yang disampaikan berbeda dengan perilaku yang ditunjukkan," ujarnya.

Bachri menjelaskan, Bapenda telah mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Papua Barat Nomor 19 Tahun 2026 tentang pemberlakuan Surat Keterangan Bebas Tunggakan Pajak Daerah. Kebijakan tersebut akan diintegrasikan dengan administrasi kepegawaian melalui sistem yang melakukan pengecekan terhadap tunggakan pajak, baik Pajak Kendaraan Bermotor maupun jenis pajak daerah lainnya.

Ia menegaskan bahwa ASN yang masih memiliki tunggakan pajak tidak akan diproses administrasi kepegawaiannya sebelum memenuhi kewajibannya.

"Sebelum kita menertibkan masyarakat, Bapak dan Ibu harus tertib terlebih dahulu. Saya tidak akan memproses administrasi pegawai jika masih ada tunggakan pajak," katanya.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kepatuhan, Bapenda berencana mempublikasikan daftar ASN yang belum taat membayar pajak melalui media sosial instansi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong ASN menjadi teladan dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Lebih lanjut, Bachri menjelaskan bahwa tantangan Bapenda sangat berbeda karena berorientasi pada peningkatan PAD serta optimalisasi pendapatan transfer. Karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti pembekalan secara serius, termasuk materi kedisiplinan melalui pendidikan baris-berbaris yang diinisiasi langsung olehnya.

"Disiplin dimulai dari baris-berbaris karena di sana Bapak/Ibu dilatih untuk taat pada satu komando. Nilai-nilai kedisiplinan itu harus diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," pungkasnya.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow