Papedanomics 2026 Dorong Hilirisasi sebagai Akselerator Transformasi Ekonomi Papua Barat

Aug 27, 2026 - 11:58
 6
Papedanomics 2026 Dorong Hilirisasi sebagai Akselerator Transformasi Ekonomi Papua Barat
Papedanomics dorong hilirisasi ekonomi di Provinsi Papua Barat

MANOKWARI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat, Universitas Papua (UNIPA), Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Papua Barat dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sukses menggelar Seminar Nasional dan babak puncak Lomba Karya Tulis Rekomendatif (LKTR) dalam rangka Pekan Perekonomian Daerah Papua Barat (Papedanomics) 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Manokwari, Kamis (27/8/2026), mengusung tema “Hilirisasi sebagai Akselerator Transformasi Perekonomian Papua serta Penopang Stabilitas Inflasi Daerah.”

Forum tahunan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan riset aplikatif dari para peneliti muda dengan dialog kebijakan strategis, guna merumuskan berbagai terobosan konkret dalam memperkuat struktur perekonomian di Tanah Papua.

Seminar secara resmi dibuka Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, S.H., M.Si. Kegiatan turut menghadirkan pakar ekonomi dan keuangan nasional, Mirza Adityaswara, S.E., M.App.Fin., sebagai narasumber utama.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Setian, mengatakan stabilitas makroekonomi daerah harus menjadi pijakan penting untuk mendorong transformasi struktural menuju perekonomian yang lebih produktif dan memiliki nilai tambah tinggi.

Menurutnya, arah tersebut sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia pada 2026 serta semangat Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yakni “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan.”

“Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Papua Barat mencapai 6,46 persen (ctc), dengan inflasi yang terjaga di level 2,59 persen (yoy). Namun, ketergantungan pada sektor ekstraktif mentah dan tantangan konektivitas masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujar Setian.

Ia menilai hilirisasi komoditas unggulan memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi bernilai tambah dan membuka lapangan kerja, hilirisasi juga dinilai dapat memperkuat ketahanan pasokan serta rantai logistik pangan sehingga turut menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan.

“Karena itu, hilirisasi komoditas unggulan memegang peran penting dalam memperkuat fondasi ekonomi Papua Barat,” katanya.

Sementara itu, sebagai salah satu wadah penjaringan inovasi dan gagasan pembangunan daerah, LKTR Papedanomics 2026 mendapat antusiasme tinggi. Sebanyak 423 karya tulis dari kalangan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia masuk dalam kompetisi tersebut.

Para peserta menyusun rekomendasi kebijakan praktis yang kemudian melalui proses kurasi serta pembekalan metodologi dan data. Pembekalan tersebut melibatkan UNIPA, BPS Papua Barat, serta Biro Perekonomian Setda Papua Barat.

Pada babak puncak, para finalis mempresentasikan gagasannya di hadapan dewan juri yang terdiri dari Kepala LPEM-FEB UI Chaikal Nuryakin, Ph.D., Manager Madya Bidang PEPK OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya Stella Matitaputty, S.E., M.Pd., CFP, serta Ketua Jurusan Manajemen FEB UNIPA Dr. Rintar Agus Simatupang, S.E., M.Sc.

Kompetisi tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni Kategori Umum Nasional yang mencakup isu kebijakan makro, investasi, dan rantai pasok, serta Kategori Mahasiswa Papua yang berfokus pada optimalisasi komoditas lokal dan pemberdayaan UMKM.

Puncak kegiatan ditandai dengan penganugerahan kepada para juara sekaligus pemaparan rekomendasi terbaik di hadapan pimpinan daerah dan para pemangku kepentingan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Papua Barat, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Papua Dr. Simson Werimon, S.E., M.Si., pimpinan instansi vertikal, perbankan, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta sivitas akademika.

Melalui Papedanomics 2026, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi antara riset dan kebijakan sebagai agenda unggulan tahunan. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang dapat mendorong kemajuan ekonomi Papua Barat yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Sumber: Rilis KPW BI Papua Barat

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow