Empat Putra-Putri Papua Barat Lolos Gita Bahana Nusantara 2026, Siap Tampil di Upacara HUT RI ke-81

Jul 27, 2026 - 12:19
 14
Empat Putra-Putri Papua Barat Lolos Gita Bahana Nusantara 2026, Siap Tampil di Upacara HUT RI ke-81
Empat perwakilan Gita Bahana Nusantara dari Provinsi Papua Barat (Red)

MANOKWARI - Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat resmi melepas empat putra-putri terbaik daerah yang terpilih sebagai peserta Gita Bahana Nusantara (GBN) Tahun 2026. Mereka akan mewakili Papua Barat di tingkat nasional dan mengikuti pelatihan intensif sebagai bagian dari persiapan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat, Jafar Werfete, mengatakan para peserta akan bergabung dengan Paduan Suara Nasional yang bertugas mengiringi lagu-lagu perjuangan saat upacara pengibaran maupun penurunan Bendera Merah Putih.

"Rombongan dijadwalkan berangkat pada 1 Agustus dan akan langsung bergabung dengan Paduan Suara Nasional hingga seluruh rangkaian kegiatan HUT RI selesai," ujar Jafar Werfete, Senin (27/7).

Jafar menjelaskan, proses penjaringan dilakukan melalui seleksi terbuka yang diikuti pelajar dari berbagai kabupaten di Papua Barat. Seleksi berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pra-seleksi, hingga seleksi akhir.

Empat peserta yang berhasil lolos sebagai Duta Gita Bahana Nusantara Provinsi Papua Barat Tahun 2026 adalah:

  • Sony Andrias Bomoi
  • Miguel Arter Imbiri
  • Ester Salem Tecuari
  • David Auri

Seluruh peserta berasal dari Kabupaten Manokwari.

Antusiasme masyarakat terhadap seleksi tahun ini cukup tinggi. Tercatat lebih dari 80 peserta mendaftar, sementara sekitar 40 orang berhasil melaju ke tahap seleksi lanjutan. Untuk menjaga kualitas dan objektivitas, proses penilaian melibatkan juri nasional serta tim pembina dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, selain dewan juri dari Papua Barat.

"Seleksi ini berjalan cukup ketat karena jurinya tidak hanya dari provinsi, tetapi juga ada juri nasional yang dilibatkan, serta pembina dari kementerian yang turut mendampingi prosesnya sampai selesai," kata Jafar.

Salah satu peserta terpilih, Ester Salem Tecuari, mengaku bersyukur atas kesempatan tersebut. Mahasiswi semester lima Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Papua (Unipa) itu mengatakan keberhasilannya menjadi pengalaman yang sangat berharga, terlebih karena proses audisi dinilai langsung oleh pelatih khusus untuk suara sopran.

"Pastinya senang sekali karena bisa terpilih langsung dari pelatihnya waktu masa seleksi, dan kebetulan yang menyeleksi langsung pelatih saya secara khusus di suara jenis sopran, jadi saya sangat senang sekali," ujar Ester.

Ester mengungkapkan, meski telah memiliki pengalaman bernyanyi sejak kecil, persiapan menuju seleksi kali ini relatif singkat. Ia baru kembali menjalani latihan vokal intensif selama dua hari menjelang pra-audisi setelah sempat vakum. Sebelumnya, ia juga pernah mengikuti seleksi GBN pada 2023, namun belum berhasil lolos.

Dalam seleksi tersebut, peserta diuji melalui beberapa tahapan, di antaranya menyanyikan lagu wajib nasional serta tes kemampuan membaca notasi dan ketepatan nada. Di tingkat nasional nanti, para peserta juga akan membawakan medley lagu-lagu Nusantara.

Menurut Jafar, program Gita Bahana Nusantara bukan hanya bertujuan menyiapkan pengisi paduan suara untuk upacara kenegaraan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang seni.

Sementara itu, Ester berharap pengalaman yang diperolehnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Papua Barat untuk terus mengembangkan bakat di bidang tarik suara.

"Kami berharap anak-anak muda ini tidak berhenti sampai di panggung Gita Bahana Nusantara saja. Mereka akan terus dibina dalam wadah Gita Bahana Nusantara Papua Barat agar dapat terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui seni dan budaya," tutup Jafar Werfete.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow