Bupati Teluk Wondama Turun Langsung, Integrasikan KKP dengan Program Ketuk Pintu Sayang Mama

Oct 22, 2026 - 10:33
 9
Bupati Teluk Wondama Turun Langsung, Integrasikan KKP dengan Program Ketuk Pintu Sayang Mama
Bupati bersama TEP sedang melakukan program pelayanan kesehatan Ketuk pintu sayang mama

TELUK WONDAMA - Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, S.E., M.M., turun langsung bersama Tim Ekspedisi Patriot 19 Universitas Indonesia (TEP-19 UI), tenaga kesehatan, dan Kader Komunitas Penggerak (KKP) dalam pelaksanaan perdana program Ketuk Pintu Sayang Mama melalui kunjungan dari rumah ke rumah (door-to-door) di Kampung Werianggi, Distrik Nikiwar, Papua Barat.

Kegiatan ini menjadi langkah integrasi KKP yang dibentuk dan dilatih TEP-19 UI dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, khususnya untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan ibu dan anak hingga tingkat rumah tangga.

Kolaborasi tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, tenaga kesehatan Puskesmas, serta kader Posyandu. Melalui pendekatan langsung ke masyarakat, warga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan diharapkan dapat teridentifikasi dan dihubungkan dengan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan.

Ketua TEP-19 UI, dr. Trevino Aristarkus Pakasi, FS, MS, Sp.KKLP, PhD, mengatakan keberadaan KKP berperan penting dalam membantu menjangkau masyarakat yang tidak hadir saat kegiatan Posyandu.

“Fungsi KKP sangat krusial. Melalui program Ketuk Pintu Sayang Mama, masyarakat yang tidak hadir saat Posyandu dapat disisir dan ditelusuri kembali melalui pendekatan dari rumah ke rumah dengan adanya KKP,” ujar Trevino.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran masyarakat pada jadwal Posyandu. Diperlukan pendekatan aktif agar warga yang belum mengakses layanan tetap mendapatkan perhatian dan dapat diarahkan untuk memperoleh pemeriksaan medis apabila dibutuhkan.

KKP sendiri telah dibentuk dan dilatih oleh TEP-19 UI di empat kampung, yakni Werianggi, Werabur, Tamoge, dan Kurei. Para kader dipersiapkan untuk menjadi penghubung antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan, sekaligus melengkapi peran kader yang telah lebih dahulu bekerja di kampung.

Koordinator Lapangan TEP-19 UI, dr. Keliopas Maniagasi, menegaskan pentingnya koordinasi antara KKP, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan agar hasil penjangkauan masyarakat dapat ditindaklanjuti.

“Kader membantu menjangkau masyarakat di lingkungan masing-masing dan menghubungkan warga dengan tenaga kesehatan ketika membutuhkan pelayanan. Karena itu, koordinasi antara KKP, kader yang sudah ada, dan Puskesmas menjadi penting agar upaya penjangkauan berjalan lebih terarah,” ujarnya.

Pentingnya penjangkauan aktif juga terlihat dalam kegiatan Posyandu yang dilaksanakan sebelum kunjungan dari rumah ke rumah bersama Bupati. Berdasarkan laporan Koordinator Penelitian TEP-19 UI, Dwi Alfian Junior Hasibuan, S.Farm., MSc., yang dibahas bersama dr. Aldyf Rorrong, dokter Rumah Sakit Pratama Nikiwar, terdapat dua temuan yang mengarah pada dugaan kusta, masing-masing pada satu orang dewasa dan satu anak.

Keduanya kemudian ditindaklanjuti untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Alfian menjelaskan, penjangkauan aktif diperlukan karena orang yang memiliki tanda-tanda kusta belum tentu merasa sakit atau menyadari perlunya pemeriksaan medis.

“Orang yang merasa sakit biasanya akan datang berobat. Namun, pada kusta, seseorang dapat memiliki tanda-tanda penyakit tanpa merasa sakit sehingga tidak datang ke Puskesmas. Karena itu, Posyandu yang didukung KKP dapat menjadi salah satu pintu untuk menemukan warga yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan,” jelasnya.

Temuan tersebut memperlihatkan potensi Posyandu dan jejaring KKP dalam mendukung penemuan awal kasus penyakit menular, termasuk kusta. Meski demikian, kader berperan dalam menjangkau masyarakat dan menghubungkan warga dengan layanan kesehatan, bukan menetapkan diagnosis. Kepastian diagnosis dan penanganan tetap menjadi kewenangan tenaga kesehatan.

Keterlibatan langsung Bupati Elysa Auri dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penyelarasan penguatan KKP dengan prioritas pemerintah daerah melalui program Ketuk Pintu Sayang Mama.

Integrasi tersebut diharapkan memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader, dan masyarakat dalam menjangkau warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan, terutama ibu dan anak.

Pelaksanaan program ini turut didukung anggota TEP-19 UI, yakni Ns. Khansa Citra Ronna, Elfis Metkono, S.Hut., dan Robihah, S.Sos., yang berkontribusi dalam penguatan pelayanan kesehatan berbasis komunitas di kawasan transmigrasi Teluk Wondama.

Melalui kolaborasi tersebut, TEP-19 UI bersama pemerintah daerah mendorong pelayanan kesehatan yang lebih proaktif dengan mendekatkan layanan kepada masyarakat. Keberlanjutan program membutuhkan pendampingan kader, koordinasi lintas sektor, serta tindak lanjut tenaga kesehatan agar warga yang teridentifikasi membutuhkan pelayanan dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Sumber: Rilis TEP 19 UI

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow