Bupati Manokwari Dukung CABETA, Olahan Cabai Lokal Menuju Pasar Nasional

Oct 21, 2026 - 15:08
 22
Bupati Manokwari Dukung CABETA, Olahan Cabai Lokal Menuju Pasar Nasional
Grand launching rumah Cabeta di distrik Prafi (Red)

MANOKWARI - Produk olahan cabai lokal bertajuk CABETA: Tong Punya Pedas resmi diluncurkan oleh Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) di Kampung Prafi Mulya SP 1, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Rabu (21/10/2026).

Peluncuran produk yang didukung fasilitas rumah produksi dan pengeringan cabai ini menjadi langkah untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di kawasan transmigrasi Prafi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Mukrianto, yang mewakili bupati dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Tim Ekspedisi Patriot UNAIR dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan inovasi pengolahan cabai berbasis potensi lokal.

Dalam sambutan Bupati Manokwari yang dibacakannya, pemerintah daerah menilai peluncuran CABETA bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi juga menjadi langkah nyata mendorong kreativitas, kemandirian ekonomi, dan pengembangan potensi masyarakat.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat dan berkelanjutan,” demikian pesan Bupati Manokwari dalam sambutannya.

Menurutnya, Kabupaten Manokwari memiliki potensi pertanian yang perlu terus dikembangkan melalui pengelolaan inovatif dan berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi.

Cabai menjadi salah satu komoditas yang berpeluang dikembangkan. Selama ini, hasil pertanian kerap dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga pendapatan petani sangat dipengaruhi harga pasar dan kondisi produksi.

Melalui pengolahan cabai menjadi produk siap konsumsi seperti CABETA, masyarakat diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, memperluas jangkauan pemasaran, serta membuka peluang usaha baru yang berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga.

Bupati juga mengapresiasi penggunaan nama “Tong Punya Pedas” yang dinilai mengangkat identitas lokal dengan bahasa yang dekat dengan kehidupan masyarakat Papua.

Namun, ia mengingatkan bahwa nama yang menarik harus didukung kualitas produk, cita rasa yang konsisten, kemasan yang baik, kebersihan, keamanan pangan, serta harga yang kompetitif agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Pemerintah daerah turut mendorong keterlibatan kelompok tani, Tim Penggerak PKK, kelompok dasawisma, dan masyarakat dalam pengembangan usaha tersebut.

Petani diharapkan berperan menyediakan bahan baku berkualitas, sementara kelompok perempuan dan masyarakat dapat terlibat dalam proses produksi, pengemasan, pengelolaan usaha, hingga pemasaran.

“Dengan pembagian peran yang baik, kegiatan ini dapat menciptakan mata rantai ekonomi yang saling mendukung,” demikian pesan Bupati.

Pemerintah Kabupaten Manokwari berharap CABETA tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang memberikan manfaat bagi keluarga, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Distrik Prafi.

Perangkat daerah terkait juga diharapkan dapat memberikan dukungan melalui pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi perizinan sesuai ketentuan, penguatan kelembagaan usaha, serta perluasan akses pemasaran.

Kepada Tim Ekspedisi Patriot UNAIR, Bupati berpesan agar pendampingan yang telah dilakukan diarahkan pada kemandirian masyarakat. Transfer pengetahuan dan keterampilan menjadi bagian penting agar warga mampu melanjutkan produksi serta mengembangkan usaha secara mandiri setelah program pendampingan berakhir.

Pendampingan tersebut diharapkan mencakup manajemen usaha, pencatatan keuangan, pengendalian kualitas, pemasaran digital, dan pengembangan jaringan kemitraan.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha lokal secara berkelanjutan.

Bupati juga mengajak kelompok tani, TP-PKK, kelompok dasawisma, dan pelaku usaha di Distrik Prafi menjadikan peluncuran CABETA sebagai momentum membangun semangat kewirausahaan.

Menurutnya, potensi cabai di Prafi tidak hanya dapat dikembangkan sebagai komoditas pertanian, tetapi juga menjadi sumber pendapatan baru dan kebanggaan masyarakat Manokwari apabila dikelola secara konsisten.

Ke depan, pemerintah daerah berharap semakin banyak komoditas lokal yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, memiliki identitas daerah, serta mampu menembus pasar regional hingga nasional.

Dukungan terhadap produk lokal, mulai dari menjaga kualitas bahan baku, memastikan proses produksi yang baik, memperkuat promosi, hingga membangun kepercayaan konsumen, dinilai menjadi kunci keberhasilan pengembangan usaha tersebut.

Peluncuran CABETA diharapkan menjadi contoh kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam melahirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap perekonomian keluarga serta pembangunan daerah.

Penulis: Kabarnusantara.co

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow