Masyarakat Maisepi dan Sowi Harap Pemda Manokwari Segera Tutaskan Penanganan Asap dari TPA
MANOKWARI - Lebih dari Sebulan, Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manokwari semakin memprihatinkan, kebakaran yang belum kunjung padam, memicu kepulan asap tebal yang mengganggu aktivitas serta kesehatan masyarakat di sekitar lokasi.
Salah satu kawasan yang terdampak langsung adalah Kampung Masiepi, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi TPA. Sebanyak 129 kepala keluarga (KK), dengan jumlah warga diperkirakan mencapai 300 hingga 400 jiwa, kini harus beraktivitas di tengah kepungan asap yang muncul dari kawasan TPA.
Pemuda Kampung Masiepi, Erikson Dowansiba, mengungkapkan keresahan warga akibat kondisi tersebut. Menurutnya, kepulan asap dari TPA telah berlangsung lebih dari dua bulan dan hingga kini masyarakat masih menunggu penanganan konkret dari pemerintah.
“Anak-anak mulai jatuh sakit. Aktivitas masyarakat untuk berkebun juga sangat terganggu. Kabut asap ini tidak hanya di Masiepi, tapi juga sudah menyebar hingga ke Arfai, Marampa, bahkan sampai ke Sowi,” ungkap Erikson, Selasa (11/8/2026)
Ia mengatakan, intensitas asap biasanya semakin terasa pada pagi dan malam hari. Kondisi tersebut membuat warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Sementara itu, warga Sowi IV, Ika Rustika, mengaku keluarganya harus menghirup asap setiap hari. Bahkan, asap masuk hingga ke dalam rumah sehingga mengganggu kenyamanan dan kesehatan.
"Pagi, siang, malam kami harus menghirup asap, bahkan sampai masuk ke dalam rumah," ungkapnya.
Ika berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan yang lebih serius agar kebakaran di TPA dapat segera diatasi dan masyarakat tidak terus-menerus terdampak oleh asap.
Diketahui, Terbakarnya sampah, terutama sampah plastik, karet, dan limbah rumah tangga, dapat menghasilkan berbagai polutan berbahaya. Paparan asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.
Kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia juga perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan akibat paparan polusi udara.
Selama kondisi asap masih pekat, masyarakat di sekitar lokasi diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker yang sesuai, termasuk respirator seperti N95 bila tersedia, serta menutup ventilasi rumah ketika asap sedang tebal dapat menjadi langkah perlindungan sementara.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Manokwari bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat segera mengambil langkah nyata untuk menangani kebakaran di TPA dan mengurangi dampak asap yang dirasakan masyarakat.
Selain penanganan kebakaran, warga juga mendorong pemerintah segera menyiapkan solusi jangka panjang, termasuk mencari lokasi TPA baru yang lebih layak serta membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

