Kader Binaan TEP-19 UI Mulai Terlibat dalam Pelayanan Posyandu di Teluk Wondama
TELUK WONDAMA - Kader Komunitas Penggerak (KKP) binaan Tim Ekspedisi Patriot 19 Universitas Indonesia (TEP-19 UI) mulai mengambil peran dalam pelayanan Posyandu di Kampung Werianggi, Distrik Nikiwar, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.
Keterlibatan kader ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga tingkat kampung, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung program kesehatan pemerintah.
Pelayanan yang berlangsung di Balai Kampung Werianggi tersebut mendapat dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama dan tenaga kesehatan Puskesmas. Kegiatan ini mencakup Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemeriksaan ultrasonografi (USG) bagi ibu hamil.
TEP-19 UI telah membentuk dan melatih KKP di empat kampung, yakni Werianggi, Werabur, Tamoge, dan Kurei. Pengembangan kader tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP), yang menempatkan Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Ketua TEP-19 UI, dr. Trevino Aristarkus Pakasi, FS, MS, Sp.KKLP, PhD, menjelaskan bahwa melalui pendekatan ILP, pelayanan Posyandu tidak hanya menyasar bayi dan balita, tetapi juga mencakup seluruh kelompok umur sesuai kebutuhan kesehatan masing-masing.
Di Kampung Werianggi, pelayanan dibagi berdasarkan klaster sasaran, mulai dari ibu hamil dan ibu nifas, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia (lansia).
Menurut Trevino, keterlibatan kader dari berbagai lingkungan masyarakat dapat membantu menjangkau warga yang tidak selalu hadir saat kegiatan Posyandu berlangsung.
Ia mencontohkan guru sekolah dasar, Calvin, yang dapat membantu menjangkau anak usia sekolah melalui lingkungan pendidikan. Sementara itu, tokoh agama seperti Philipus berpotensi membantu menjangkau kelompok dewasa dan lansia melalui lingkungan keagamaan.
“Memang tidak semua orang datang ketika hari Posyandu. Sehingga kemudian perlu ada kader-kader sendiri seperti KKP,” jelasnya.
Koordinator Lapangan TEP-19 UI, dr. Keliopas Maniagasi, mengatakan kader memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan.
“Kader diharapkan tidak hanya membantu saat Posyandu, tetapi juga menjangkau masyarakat melalui lingkungan masing-masing dan mengarahkan warga ke tenaga kesehatan ketika membutuhkan pelayanan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi dari Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, S.E., M.M., yang berkunjung langsung ke Balai Kampung Werianggi. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau warga.
Dalam pengembangan pendekatan ini, Koordinator Penelitian TEP-19 UI, Dwi Alfian Junior Hasibuan, S.Farm., MSc, bersama anggota tim Elfis Metkono, S.Hut., Ns. Khansa Citra Ronna, dan Robihah, S.Sos., turut mendukung pelaksanaan program di kawasan transmigrasi Teluk Wondama.
Melalui keterlibatan KKP dalam pelayanan Posyandu, TEP-19 UI mendorong terbentuknya jejaring kader yang dapat membantu menghubungkan kebutuhan kesehatan masyarakat dengan pelayanan Puskesmas.
Ke depan, penguatan koordinasi antara kader, Puskesmas, dan program kesehatan pemerintah daerah menjadi langkah penting agar pendekatan berbasis komunitas ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat di kampung-kampung Teluk Wondama.
Rilis: TEP 19 UI-Wondama
What's Your Reaction?