Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN Keberbakatan Olahraga Papua Barat Resmi Terapkan Pola Asrama
MANOKWARI - Kabar gembira bagi dunia pendidikan dan olahraga di Papua Barat. Mulai Tahun Ajaran 2026-2027, SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Papua Barat siap menerapkan sistem sekolah berpola asrama (boarding school).
Langkah ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi, yaitu "Papua Barat Cerdas", guna mencetak atlet-atlet muda berprestasi yang terdidik secara akademik maupun fisik.
Kepala SMAN Keberbakatan Olahraga Papua Barat, Louis Jarfi, menyatakan bahwa seluruh fasilitas pendukung kini tengah dikebut pengerjaannya. Ia memastikan kesiapan sarana prasarana sudah hampir rampung sepenuhnya.
"Saat ini kesiapannya sudah mencapai 90 persen. Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat telah menyiapkan berbagai sarana pendukung seperti tempat tidur, meja, kursi, dan fasilitas asrama lainnya yang dibutuhkan siswa," ujar Louis pada Jumat (20/2/2026).
Penerimaan siswa baru dijadwalkan akan dimulai pada Juli 2026. Untuk tahap awal ini, pihak sekolah menetapkan kuota sebanyak 80 orang siswa-siswi.
Proses rekrutmen akan difokuskan pada talenta-talenta muda yang berasal dari 7 kabupaten di wilayah Papua Barat. Dengan pola asrama, diharapkan pembinaan atlet muda dapat dilakukan secara lebih intensif dan terpantau.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan bahwa pemerintah provinsi sangat serius dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Saat ini, Papua Barat memiliki tiga sekolah unggulan yang menjadi prioritas pengembangan:
SMA Taruna Kasuari Nusantara
SMA Negeri Keberbakatan Olahraga
SMA Garuda (Direncanakan mulai dibangun pada tahun 2026).
"Selain dukungan asrama, pemerintah juga telah memberikan bantuan satu unit bus sekolah tahun ini untuk mobilitas siswa. Kami ingin pendidikan di Papua Barat terus meningkat melalui sekolah-sekolah unggulan ini," ungkap Dominggus.
Meski fasilitas asrama dan transportasi sudah tersedia, pihak sekolah menaruh harapan besar kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk langkah selanjutnya.
Louis Jarfi berharap pemerintah dapat membangun fasilitas olahraga terpusat di dalam lingkungan sekolah. Kehadiran fasilitas yang menyatu dengan asrama akan memudahkan pelatih dan guru dalam memantau perkembangan fisik serta prestasi siswa secara harian.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

