Strategi Jitu dan Kesiapan Mental Kunci Comeback Bintang Timur Arfak atas Bomber FC
IKN, KALIMANTAN TIMUR - Kesiapan mental, strategi tepat, dan ketenangan dalam membaca permainan menjadi kunci keberhasilan Bintang Timur Arfak FC mencatatkan comeback impresif pada laga perdana putaran nasional Piala Soeratin U-17 2026. Sempat dua kali tertinggal dari Bomber FC, wakil Papua Barat itu akhirnya bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 5-2.
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena skuad Bintang Timur Arfak FC harus menghadapi tantangan fisik setelah menempuh perjalanan udara panjang dari Papua Barat. Kondisi itu membuat pelatih Gerson Rombe harus cermat mengatur strategi, terutama dalam menjaga stamina dan kesiapan pemain sepanjang pertandingan.
Usai laga, Coach Gerson mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan yang diraih anak asuhnya. Ia mengakui, perjalanan panjang sebelum pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi timnya.
“Yang pertama puji Tuhan karena kita boleh diberikan kesempatan untuk mendapatkan kemenangan. Memang di awal, kami ini baru tiba dari Papua setelah perjalanan yang cukup panjang. Kami sudah di bandara dari jam 5 pagi, sehingga tentu ada sedikit hal yang harus dihitung, terutama dari segi recovery,” ujar Gerson.
Menurutnya, rombongan tim baru tiba di penginapan sekitar pukul 16.30 WITA dan harus segera bersiap menuju lapangan pertandingan. Minimnya waktu istirahat membuat ia menginstruksikan para pemain agar tidak terburu-buru dan lebih sabar dalam membangun permainan pada awal laga.
“Kita tadi tiba di penginapan jam setengah lima, lalu jam lima atau jam enam sudah harus siap lagi ke lapangan. Karena itu, saya instruksikan pemain untuk lebih sabar di awal pertandingan. Ternyata kita sempat kecolongan, tetapi puji Tuhan di babak kedua teman-teman tampil luar biasa,” katanya.
Kebangkitan pada babak kedua tidak terlepas dari evaluasi dan arahan taktis dari pinggir lapangan. Gerson secara khusus menaruh perhatian pada peran Beto dan Yepan yang dinilainya menjadi figur penting dalam menjaga keseimbangan lini tengah dan pertahanan.
“Beto sama Yepan ini adalah ‘nyawa’ dari bagaimana kita di lini tengah dan sektor belakang. Mereka berdua harus terus diingatkan untuk lebih fokus dan bisa mengangkat mental serta moral teman-teman yang lain,” jelasnya.
Gerson juga menyebut pengalaman Beto yang pernah mengikuti seleksi nasional (seleknas) sebagai modal penting untuk membantu meningkatkan kepercayaan diri rekan-rekannya. Pengalaman dan jam terbang tersebut diharapkan mampu menjadi energi positif bagi seluruh pemain, terutama ketika tim berada dalam tekanan.
Di balik kemenangan tersebut, Coach Gerson turut menyampaikan apresiasi kepada PSSI dan semua pihak yang mendukung keberangkatan Bintang Timur Arfak FC ke putaran nasional, termasuk Kapolda Papua Barat dan Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Ia juga mengaku bangga dapat menyaksikan secara langsung kualitas fasilitas lapangan yang digunakan dalam kompetisi nasional tersebut. Menurutnya, pengalaman bertanding di fasilitas berstandar baik menjadi kesempatan berharga bagi para pemain muda Papua Barat untuk mengembangkan kemampuan.
“Stadionnya luar biasa. Kami dari ujung timur Indonesia sangat bangga bisa menginjakkan kaki di sini. Jujur, di Manokwari dan Pegunungan Arfak lapangan seperti ini belum ada. Terima kasih PSSI yang sudah memberikan kami kesempatan,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kemenangan, Gerson berharap keikutsertaan Bintang Timur Arfak FC di Piala Soeratin U-17 dapat membuka jalan bagi talenta muda Papua Barat untuk menembus level sepak bola yang lebih tinggi, termasuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.
“Harapan kami sederhana. Kebetulan di sini ada tim pemantau bakat (talent scouting) yang dipercayakan PSSI. Mudah-mudahan ada satu atau dua pemain dari Bintang Timur Arfak yang terpilih untuk masuk ke dalam skuad Timnas,” pungkasnya.
Kemenangan 5-2 atas Bomber FC menjadi modal berharga bagi Bintang Timur Arfak FC untuk melanjutkan perjuangan di putaran nasional. Hasil ini sekaligus memperlihatkan bahwa keterbatasan waktu pemulihan dan tekanan pertandingan tidak selalu menjadi penghalang ketika strategi, disiplin, dan mental bertanding mampu berjalan beriringan.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?