Perkuat Peran Ayah dalam Pendidikan, Program GATI Kini Diterapkan di Satuan Pendidikan di Papua Barat dan PBD
MANOKWARI - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) terus menggencarkan program prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini hadir sebagai upaya strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendorong pola pengasuhan yang lebih seimbang antara ayah dan ibu dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, implementasi GATI diwujudkan melalui Gerakan Sekolah Bersama Ayah (SEBAYA). Dinas Pendidikan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong, telah menerbitkan surat edaran sebagai dasar pelaksanaan program tersebut di seluruh satuan pendidikan.
Program ini bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, mengingat peran ayah dinilai sangat penting dalam membentuk karakter, kepribadian, serta masa depan anak. Kehadiran ayah bukan hanya sebagai pelengkap dalam keluarga, tetapi juga sebagai figur teladan yang mampu memberikan motivasi dan membangun kepercayaan diri anak.
Kepala SD IT Insan Mulia, Rina Mariyati, menegaskan bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari anak memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan psikologis dan pembentukan karakter.
“Ketika ada interaksi yang intens setiap hari antara anak dan ayah, dari hal sederhana ini dapat memberikan motivasi tersendiri bagi anak. Karakter kepemimpinan dan tanggung jawab akan terlihat pada diri anak tersebut,” ujar Rina.
Sebagai bentuk implementasi nyata Program SEBAYA, terdapat dua kegiatan utama yang kini dilaksanakan di seluruh satuan pendidikan di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Pertama, Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS) yang dilaksanakan pada hari pertama masuk sekolah. Kegiatan ini bertujuan memberikan dukungan emosional kepada anak, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempererat hubungan antara ayah dan anak.
Kedua, Gerakan Ayah Menerima Rapor (GEMAR) yang dilaksanakan pada akhir semester. Melalui kegiatan ini, ayah didorong untuk lebih aktif memantau perkembangan akademik dan perilaku anak, sekaligus membangun komunikasi langsung dengan guru terkait proses pendidikan anak di sekolah.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari para orang tua. Windi, salah satu orang tua siswa, menilai kegiatan mengantar anak ke sekolah dan menerima rapor memberikan manfaat besar bagi perkembangan mental maupun akademik anak.
Hal serupa disampaikan Tetradi yang mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam momen penting pendidikan anaknya. Menurutnya, kehadiran ayah di sekolah menjadi sumber motivasi bagi anak untuk terus berkembang dan berprestasi.
Melalui sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN, pemerintah daerah, satuan pendidikan, serta keluarga, Program GATI diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang harmonis serta penuh dukungan dari kedua orang tua.
Penulis: Kabarnusantara.co
What's Your Reaction?

