Pemprov Papua Pegunungan Jalin Kerjasama Promosi Budaya di Anjungan Papua Taman Mini

Mar 4, 2024 - 23:23
Mar 4, 2024 - 23:23
 10
Pemprov Papua Pegunungan Jalin Kerjasama Promosi Budaya di Anjungan Papua Taman Mini
Pj Gubernur Papua Pegunungan saat mengunjungi anjungan Papua di Taman Mini Indonesia Indah (Red)

JAKARTA, Kabarnusantara.co - Sebagai salah satu upaya untuk percepatan pembangunan kesejahteraan Provinsi Papua Pegunungan yang berbasis sosial budaya, Pj Gubernur Papua Pegunungan Dr. Velix Vernando Wanggai menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua dalam mengelola Anjungan Papua di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. 

Pj Gubernur Velix Wanggai berpandangan Papua Pegunungan adalah adik dari Provinsi Papua, sehingga melangkah bersama dalam satu kesatuan sosial budaya dengan Provinsi Papua sebagai Kaka tertua di Tanah Papua.

Dalam konteks ini, bertempat di Anjungan Papua di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada 2 Maret 2024 Pj Gubernur Papua Pegunungan Velix Wanggai dan Asisten II Setda Pemerintah Provinsi Papua Yohanes Walilo, menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Pemanfaatan Anjungan Papua dalam Pengelolaan Sosial Budaya Papua Pegunungan. Kedua Pemerintah Provinsi sepakat bahwa walaupun secara administrasi berbeda, namun diikat dalam satu kesatuan ekologis, kesatuan budaya dan kesatuan konektivitas wilayah.

Dalam acara tersebut, Velix Wanggai menegaskan bahwa masyarakat Papua bersyukur telah memiliki anjungan Papua di TMII sejak tahun 1975 sebagai rumah sosial budaya yang melambangkan identitas, jati diri dan karakteristik kebudayaan masyarakat Papua. 

Demikian pula, Pj Gubernur Velix Wanggai menyampaikan apresiasi yang besar kepada Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun, bersama Kepala Badan Penghubung Provinsi Papua, Alex Kapissa, yang telah melakukan penataan ulang atas anjungan Papua sehingga lebih terlihat menarik di publik internasional dan nasional. Hasil renovasi ini mendorong daya tarik anjungan Papua yang dikunjungi rata-rata sekitar 500-an pengunjung setiap hari, baik dari luar negeri dan dalam negeri.

Menurut Velix Wanggai, Nota Kesepahaman ini dimaksudkan untuk membangun komunikasi dan penguatan terhadap informasi tentang seluruh yang berkaitan dengan kebudayaan Papua Pegunungan yang telah dan akan ditempatkan di Anjungan Provinsi Papua di TMII. Demikian pula, bertujuan untuk menginformasikan benda budaya Papua Pegunungan yang selama ini telah ada di Anjungan Papua di TMII serta dapat dilakukan penguatan melalui penambahan informasi dan benda budaya.

Velix Wanggai menambahkan penjelasan bahwa ada 4 aspek utama dalam ruang lingkup kerjasama. 

Pertama, asistensi pemeliharaan sarana prasarana budaya Papua Pegunungan di Anjungan Papua TMII, khususnya kawasan Silimo (kompleks honai). 

Kedua, optimalisasi Anjungan Papua sebagai tempat pemasaran produk-produk UMKM dari Provinsi Papua Pegunungan. 

Ketiga, promosi sosial budaya Papua Pegunungan meliputi even pameran, atraksi budaya, dan kegiatan seni budaya lainnya.

Dan Keempat, pengembangan kapasitas sumber daya manusia asal Papua Pegunungan di aspek sosial budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan sektor ekonomi lainnya.

Di kesempatan ini, Ketua Majelis Rakyat Papua Pegunungan (MRP PPG), Agus Hubi, mendukung penuh proses kerjasama pemanfaatan anjungan Papua di TMII sebagai bentuk konkret satu kesatuan sosial budaya Tanah Papua walaupun secara administratif berbeda. Anjungan Papua adalah rumah bersama yang mempromosikan kebudayaan masyarakat Papua di Jakarta ke level nasional dan internasional. Anjungan ini simbol kebersamaan dari identitas masyarakat yang beragam dalam perjalanan peradaban Papua.

Dalam pandangan Pj Gubernur Velix Wanggai, anjungan Papua adalah rumah seluruh anak Papua. Dengan adanya perjanjian kerjasama ini diharapkan akan memberikan manfaat untuk Papua induk dan Papua Pegunungan. Hal ini merupakan langkah awal dari Pemerintah Provinsi Papua membangun pondasi pembangunan sosial budaya masyarakat Papua Pegunungan. 

Mengingat identitas sosial budaya di Papua Pegunungan yang khas baik benda-benda seni, cerita rakyat, seni lukis, maupun rumah adat tradisional. Dengan kerjasama ini, Pemprov Papua Pegunungan akan melengkapi atau membangun objek-objek baru apa saja yang akan kita bangun di anjungan Papua ini. Harapannya, menjadi sarana promosi baik budaya, ekonomi kreatif, hasil sumber daya alam kopi buah merah dan bisnis lain holtikultura. Tempat ini juga akan menjadi wadah promosi pariwisata yang baik, apalagi sudah dideklarasikan bahwa Papua Pegunungan sebagai Provinsi Festival. 

Mengingat saat ini telah disusun kalender event festival sejak Maret hingga Desember 2024, baik festival bahasa daerah, festival kopi, festival musik regae, festival rumput merah bulan Mei, festival Budaya Lembah Baliem, festival Noken Street Fashion, maupun Papua Pegunungan Chrismast Week Festival.

Selanjutnya, Velix Wanggai menegaskan Provinsi Papua Pegunungan ingin mengembangkan kapasitas kelembagaan pengelola, aparatur, ASN, pegiat seni budaya agar bisa aktualisasi di Jakarta sebagai pusat industri dan bisnis ke depan.

“Ini titik hub kita untuk pengembangan kapasitas, jaringan sosial bisnis kita perluas, agar bermanfaat bagi masyarakat di Papua Pegunungan. Besar harapan kami agar percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua pengunungan berbasis kearifan lokal,” jelas Pj Gubernur Velix Wanggai.

Untuk kelanjutan ke depan, Pemprov Papua dan Papua Pegunungan akan mempersiapkan perjanjian kerjasama yang detail dalam pemanfaatan anjungan Papua, baik pengelolaan replikasi kawasan silimo (rumah adat khas honai), tempat penyimpanan benda-benda seni budaya, penyiapan berbagai atraksi budaya yang teratur serta promosi budaya dan ekonomi kreatif lainnya.

Sebagai Daerah Otonom Baru, pemanfaatan Anjungan Papua di TMII ini merupakan bagian dari pembangunan kebudayaan Papua Pegunungan guna memperkuat identitas regional, jati diri masyarakat dan kebanggaan daerah di level nasional dan internasional. (Rls)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow