YY Dimana Dirimu, Dicari Kejati Lampung Nih!

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Lampung – YY, salah satu tersangka minerba di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan (Lamsel), diminta untuk menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

YY sendiri mempunyai jabatan sebagai Kepala Bidang (Kabid) di BPPRD Lampung Selatan. Dia juga ikut terjerat kasus dugaan korupsi penyelewengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) minerba tahun 2017-2019.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, Kejati Lampung pun mengultimatum YY agar segera menyerahkan diri. “Besok (Selasa) adalah panggilan keduanya sebagai tersangka. Karena panggilan pertama dia ini tidak datang,” kata Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan, Senin (4/1).

Untuk itu, pihaknya pun untuk kooperatif dan bisa hadir dalam penjadwalan pemeriksaan sebagai tersangka besok (Selasa). “Untuk YY segera kooperatif, untuk memenuhi panggilan penyidik pada Pidsus Kejati Lampung,” katanya.

Untuk diketahui memang, YY merupakan salah satu dari empat tersangka kasus yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp2 miliar.

Tiga tersangka lainnya, yakni MW, EF dan SM, telah dilakukan penahanan terlebih dahulu di Rutan Way Hui. Mereka yang ditahan merupakan pejabat eselon IV, kemudian staf dan tenaga TKS yang ikut dalam perkara tersebut.

Peran dari tersangka para tersangka, yaitu tidak menyetorkan pajak minerba ke daerah selama dua tahun terhitung 2017-2019 sebesar Rp2 Miliar.

Diberitakan sebelumnya, Empat orang telah ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi penyelewengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), di sektor pajak dan retribusi mineral bukan logam (minerba). Melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan. Anggaran tahun 2017-2019.

Empat orang yang ditetapkan tersangka itu yakni ME dan EF yang merupakan pejabat dari Eselon IV dan SO staf BPPRD. Sedangkan untuk satu tersangka lain yakni YY merupakan pejabat Eselon III.

“Ya hari ini ada 3 orang yang telah ditetapkan tersangka. Dua dari ASN dan satu honorer. Satu lainnya –YY tidak hadir,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Lampung Andrie W Setiawan, Selasa (22/12).

“Ketiganya langsung kita lakukan penahanan hari ini,” lanjut dia.

Menurut Andrie, untuk peran para tersangka ini bahwa mereka tak menyetorkan pajak minerba ke daerah selama dua tahun, terhitung tahun 2017-2019 sebesar Rp2 miliar.

“Lalu Tim Intelijen melakukan penyelidikan. Kemudian dilimpahkan ke Pidana Khusus (Pidsus), kemudian mematangkan penyelidikan. Lalu penetapan tersangka dinilai sudah memenuhi unsur,” katanya.

Dalam perkara ini lanjut dia, ada banyak saksi yang sudah diperiksa. Namun ditanya detil berapa saksi yang didatangkan, Andrie pun belum bisa membeberkannya.

“Saksi termasuk dari perusahaan-perusahaan yang sudah setor. Dan pasal yang disangkakan yakni pasal 2 dan pasal 3 UU tindak pidana korupsi,” pungkasnya.

Laporan: Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *