Warga Terdampak Menara Telkomsel Meminta Walikota Metro Tidak Memeperpanjang Perizinan Menara

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Metro- Warga terdampak menara telkomsel yang berdomisili disekitar radius BTS Telkomsel Site Metro yang beralamat di Jalan KH A Yasin RT 028/RW 005 Imopuro Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Melalui kuasa hukumnya menyurati Walikota Kota Metro agar tidak memperpanjang perizinan menara milik Teblkomsel yang berada di wilayah pemukiman tempat tinggal mereka.

Warga sekitar yang terkena dampak selama ini merasakan perilaku buruk dari penyelenggara telekomunikasi penyedia Menara atau Pengelola Menara SST Site : Metro 1/New Metro serta lemahnya perlindungan dari Pemerintah khususnya Pemerintah Kota Metro.

Bacaan Lainnya

Warga kembali dengan tegas menyampaikan permohonan kepada Walikota Metro melalui Surat nomor 006/YHM&R/VI/2021 tertanggal 3 Juni 2021 yang meminta Pemerintah Kota Metro tidak melakukan Perpanjangan perizinan berkenaan dengan menara telekomunikasi.

Kuasa Hukum warga Kecamatan Metro Pusat menyampaikan “Sebagai bentuk peringatan kepada Pemerintah Kota Metro melalui Walikota kita berupaya menunjukkan kepada pemerintah bahwasanya warga sekitar menara menolak keberadaan menara telkomsel yang selama 20 tahun ini berada dilingkungan tempat tinggal kami” tegas Yudho H Marhoed.

Menurutnya sudah banyak derita yang dialami akibat prilaku dari congkaknya bangunan menara yang menjulang. “Entah berapa keuntungan yang telah mereka peroleh, tanpa memperdulikan warga sekitar menara yang selama 20 tahun ini menjadi korban” Tambah Yudho.

Selain itu, Yudho menyampaikan bahwasanmya masyarakat di sekitar menara telekomunikasi seluler merasa terganggu hak-haknya dalam mendapatkan kenyamanan, kesehatan, keamanan dan terhindar ancaman bahaya-bahaya timbul dengan adanya menara telekomunikasi disekitar tempat tinggal.

Bahwa hal-hal yang menjadi keberatan warga terdampak antara lain “sebagian warga kami selama 20 tahun dampak adanya TOWER BTS telah mempengaruhi lingkungan dan nilai tanah lahan milik warga sekitar,”tegas Yudho.

Selain hal tersebut, juga keberadaan berpotensi berdampak terjadi bahaya kebocoran radiasi gelombang elektromagnetik yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat disekitar menara, khususnya anak-anak yang rentan terkena resiko kesehatan.

“Dengan tinggi 72 M pendirian menara berpotensi rawan bahaya petir dan warga disekitar pendirian menara sebagian besar tidak pernah dilibatkan dalam analisa menyeluruh dampak lingkungan dan sosial, sehingga warga sangat keberatan dengan keberadaan menara seluler tersebut” Jelas Yudho lebih lanjut.

Paulus Tri salah satu warga Kecamatan Metro Pusat pun menyampaikan bawa lemahnya pengawasan dan perlindungan pemerintah terhadap warga terdampak menjadikan warga lebih memilih agar menara telkomsel itu dapat dipindahkan dari tempat tinggal warga “Cukup selama 20 tahun ini kami di korbankan,” tambah Paulus.

Yudho selaku kuasa hukum berharap pemerintah kota Metro berpihak kepada warga terdampak dan tidak memperpanjang perizinan menara milik telkomsel.

“Pindahkan saja ketempat yang lebih aman yang jauh dari pemukiman warga” Tegas Yudho.

Pemerintah Kota Metro harusnya sadar dan berpihak kepada warga terdampak mengingat selama ini gagal melaksanakan kewajiban untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak warga terdampak sehingga mengakibatkan warga mengalami pengurangan atau hilangnya penikmatan hak-hak mereka sebagai warga negara.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *