Terkait Zona Merah Di Bandar Lampung,Ini kata Reihana

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co,Bandarlampung -Reihana selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 akhir nya angkat bicara bahwa Kota Bandar Lampung sudah ditetapkan menjadi zona merah. Hal ini merupakan ketetapan dari Gugus Tugas Nasional (BNPB).

Bacaan Lainnya

“Dikaji dari epidemiologi mengapa Kota Bandar Lampung ditetapkan menjadi zona merah karna disebabkan oleh faktor-faktor kematian komulatif terbanyak, terkonfirmasi positif terbanyak, ODP dan PDP komulatif terbanyak. Semuanya dari kota Bandar Lampung,” kata Reihana melalui video conference, Rabu (29/4).

Dengan adanya zona merah ini masyarakat tidak perlu panik. Karena Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota beserta jajaran tetap melakukan protap yang sudah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan.

“Perlu diketahui bahwa protap tersebut sudah empat kali mengalami revisi, karena pemerintah ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Sementara kepanikan malah bisa menyebabkan turunnya immunitas (kekebalan tubuh),” ujarnya.

Sementara itu,seperti berita sebelumnya, dalam kasus penyebaran virus covid-19 di Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim belum menemukan kasus penyebaran transmisi lokal. Situasi terkini berdasarkan hasil studi, Lampung masih berkategori epidemiologi propagated.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Reihana mengatakan bahwa hasil studi yang telah dilakukan Dinkes Lampung bersama dengan pakar epidemiologi, menyebut kasus covid-19 di Lampung masuk kategori epidemiologi propagated. Studi dihitung apabila melihat perkembangan Covid-19 di Lampung sejak Januari lalu.

Untuk itu Reihana mengajak masyarakat lebih disiplin menjalani perintah pemerintah dalam menjalani upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19.

“Mari disiplin untuk menjaga jarak minimal satu meter, menggunakan masker, tidak mendatangi kerumunan orang dan tetap dirumah saja,” ujarnya

Sedangkan untuk situasi terkini Covid -19 di Lampung, Reihana menyampaikan bahwa jumlah ODP ada 3.275 orang, dengan rincian sudah selesai dipantau 2.687 orang, dalam pemantauan 587 orang, dan meninggal 1 orang.

“Sementara jumlah PDP ada 73 orang, rinciannya masih diisolasi 19 orang, sembuh (negatif) 41 orang, dan meninggal 13 orang. Yang terkonfirmasi positif berjumlah 46, dengan rincian masih diisolasi 30 orang, sembuh 11 orang dan meninggal 5 orang,” pungkasnya.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *