Tak Kunjung dibayar, Ratusan Pengrajin Kayu Gelar Aksi di Rumah Andi Warisno

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Pesawaran- Ratusan warga Kabupaten Pesawaran yang tergabung di UMKM Atharizz Gemilang lakukan aksi demontrasi di kediaman Andi Warisno Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan, pada Sabtu (29/8) lalu.

Aksi tersebut dilakukan para pengerajin untuk menuntut Andi Warisno yang juga Rektor STAI Annur, supaya segera membayar serta melunasi kotak koin NU Care Lazisnu yang telah dipesan olehnya.

Bacaan Lainnya

Dalam aksinya para pengrajin kayu ini meneriaki Andi Warisno adalah pembohong dan dzalim. Bahkan para pendemo ini membawa baleho dan kertas karton bertuliskan jika Andi Warisno tidak membayar hutang itu akan mereka kejar hingga akhirat.

Muhlisin selaku koordinator dalam aksi tersebut mengutarakan bahwa, aksi yang dilakukannya bersama para pengrajin ini hanya ingin menuntut satu permintaan saja, “Kami hanya minta hak kami, kotak koin yang telah kami buat segera dibayar,” minta Muhlisin.

Pihaknya mengutarakan, Andi Warisno selaku Direktur Program Kotak Koin NU dianggap tidak komit dengan ucapannya, yang berjanji siap membayar semua kotak koin yang telah di pesannya dari pengrajin yang tergabung di UMKM Atharizz Gemilang yang diketuainya.

“Andi pesan kotak koin itu 1 juta pcs, dan harus selesai 4 bulan. Kami menyanggupinya akan tetapi baru separuh perjalanan tanpa ada konfirmasi program tersebut dihentikan. Sedangkan dikelomon itu masih ada sekitar 96.000 kotak yang sedang proses finishing seperti ngamplas, ngecat, nyablon, dan lain-lain, belum lagi kayu yang sudah kami beli dan sudah dirajang ada sekitar 94 kubik. Nah ini mau dikemanakan,” ungkap Muhlisin.

Maka untuk itu dia berharap, dengan adanya unjuk rasa ini ada solusi yang jelas dari pihak Andi, jangan malah justru sebaliknya pihak Andi malah buang badan. Konflik internal di tubuh PWNU dijadikan alasan untuk tidak mau membayar kotak koin yang telah dia pesan.

“Kami tidak mau tahu dengan adanya konflik internal mereka, yang kami mau apa yang dia pesan segera dibayar secepatnya,” minta Muhlisin.

Sementara itu setelah melalui mediasi yang dilakukan pihak kepolisian setempat, dengan dipertemukannya dari kedua belah pihak antara pihak Andi Warisno dan beberapa perwakilan dari pengrajin ada kesepakatan. Pihak Andi siap bertanggung jawab dan akan mengakomodir semua apa yang diharapkan perngrajin.

“Tadi sudah kita sama-sama musyawarahkan bahwa kotak yang sudah dikirim saya komitmen akan saya bayar. Apalagi untuk hal ini saya sudah membayar secara bertahap. Kalau yang belum nanti kita carikan solusi maka kotak itu segera dikirim kekantor lagi supaya barang bukti itu ada bahwa ini lo kotaknya yang sudah dibuat supaya kami juga bisa mencarikan solusi,” ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengapa ada keterlambatan pembayaran kepada pihak pengrajin, Andi mengungkapkan lantaran dipicu ada permasalahan internal di tubuh PWNU.

“Terhambatnya itu lantaran PWNU membekukan PW Lazisnu, jadi kami sebagai pelaksana untuk penggalangan dana ini setelah dibekukankan nggak boleh lagi, sebenarnya saya ketika masih menjabat Direktur Koin pasti bertanggung jawab sepenuhnya. Setelah saya dibekukan seharusnya saya tidak ada beban itu, tapi kami masih terus diminta bayar, yang jelas kita akan tanggung jawab yang sudah dikirim akan kita bayar, sedangkan yang belum kirim dulu barangnya dikumpulkan nanti kita carikan solusi,” janjinya.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *