Sudah Tahap P-19 Tersangka Kasus Penganiayaan tak Kunjung Ditahan

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandarlampung – Penyidik Polairud Polda Lampung telah menetapkan Momon dan kawan-kawan menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang buruh di perairan TelukBetung Lampung.

Sudah terhitung empat bulan lama nya korban melaporkan kasus penganiayaan di Polairud Polda Lampung berkas pun sudah ditahap P-19, namun tersangka pun tak kunjung ditahan.

Bacaan Lainnya

Beberapa saksi dan korban kejadian pun menjadi was-was lantaran kerap kali mendapat ancaman dari orang tidak dikenal.

“Kami juga telah menghadap ke Kasubdit Gakum Polairud Polda Lampung untuk meminta jaminan keamanan tetapi tidak di hiraukan malah apabila itu terjadi lagi kami disuruh untuk buat laporan baru. Masa kami harus kena pukul lagi baru bisa di tahan,” Ujar Usma selaku Keluarga Korban.

Kasubdit Gakum Polairud Polda Lampung dianggap lambat dalam menangani kasus ini, hingga sampai saat ini belum ada tindak penahan dari yang bersangkutan, tidak hanya itu mereka terlihat adanya keberpihakan dan tebang pilih dalam menyikapi kasus ini.

“Ya seperti yg kita lihat saja contoh kasus nelayan di Lamtim, itu di tahan, bahkan sudah diupayakan untuk penangguhan tetap tidak bisa. Kenapa dengan persoalan pelaku kekerasan yang melibatkan 8 orang tersangka polisi tidak menahan, dengan tidak memberikan jaminan keamanan,” Ujarnya, pada Kamis (9/4).

Tidak hanya itu, pihak keluarga juga sudah berulang kali baik melalui kuasa hukum ataupun keluarga menanyakan secara langsung kepada kasubdit AKBP ferizal, terkait kasus ini kepada penyidik di Polairut, tetapi jawabannya tetap sangat mengecewakan pihak korban.

Ketika dikonfirmasi oleh Kabarnusantara.co AKBP Ferizal mengatakan “Ini sudah pertarungan antar gajah, dan semut yang jadi korban, sudahlah damai saja,” ujar Ferizal.

Kuasa Hukum korban Alian setiadi mengatakan ” Hari ini pihak kami sebagai kuasa hukum korban, menyurati beberapa instansi pihak terkait,” ujarnya .

Laporan : Ovi Yani Riska

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *