Sidang Bentrok Mesuji Ricuh Hingga Keluarga Histeris

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandarlampung – Pengadilan Negri ricuh saat keluarga korban menghadiri sidang perkara bentrok antara kelompok Mekar Jaya Abadi dan Mesuji Raya.

Suasana kembali memanas saat terdakwa dikeluarkan dari tempat penahanan dengan berteriak – teriak tidak hanya itu bahkan salah satu dari keluargapun sampai memukul menggunakan sepatu.

Bacaan Lainnya

Pantauaan Kabarnusantara.co empat terdakwa ini bernama empat Sunaryo alias Wahyudi, Rojiman, Ahmad Syaifuddin, dan Sumarlan alias Jumarlan alias Lan tengah. Dengan di jaga ketat oleh aparat kepolisian yang bersenjata agar dapat melerai keributan.

Tidak lama kemudian Hakim datang dan memutuskan sidang di tunda dan dilanjutkan pada hari Kamis (6/1) dikarnakan saksi tidak hadir.

Suasanan kembali memanas di luar gedung Pengadilan Negri, Rowi Roni menunggu di luar sembari berteriak-teriak kepada keempat terdakwa.

“Ini bukan pengeroyokan, tapi perencanaan sudah siapkan pistol tali, hukum seberat-beratnya jangan ada main-main di perkara adik saya,” teriak Rowi Roni.

Tidak hanya Rowi Roni perempuan yang masih keluarga berdiri di depan pagar sambil berteriak dan melempar batu ke arah terdakwa yang ada di dalam.

“Saya tidak terima adik saya mati di bunuh seperti ini saya mohon kepada bapak hakim agar di hukum dengan seadil-adilnya,”ucapnya.

Meskipun dapat terjadi kontak fisik, namun para terdakwa akhirnya dapat dilakukan menggunakan mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Wai Hui.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ponco Santoso mengatakan empatnya dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama telah menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang yang diperlukan maut.

“Perbuatan terdakwa terjadi pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2019, bertempat di areal Hutan Tanaman Industri (HTI). Daftar 45 Jalur Poros dan Jalur 4 Kampung Mekar Jaya Abadi Desa Mekar Jaya Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung,” ungkapnya dalam persidangan.

Reporter : ovi yani riska

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *