Sebanyak 200 Orang Pengrajin Kayu Tuntut Hak Pekerja kepada Direktur Koin Nu Lazisnu

  • Whatsapp

Kabarnusntara.co, Pesawaran- Sebanyak 200 orang pengrajin kotak kayu yang tergabung dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Athariz Gemilang Pesawaran, merasa ditipu oleh Dr.H. Andy Warisno, Rektor STAI ANNUR yang juga Direktur Koin Nu Lazisnu.

Hal tersebut dikarenakan, setelah ribuan kotak koin yang merupakan program dari Lazisnu Provinsi Lampung yang bertuliskan Nu Care Lazisnu yang telah dipesan dari para pengrajin ini tidak juga kunjung dibayar.

Bacaan Lainnya

“Sebelumnya, kotak kayu tersebut dipesan oleh Andy Warisno selaku direktur Koin Nu Lazisnu dari kami para pengrajin, setelah dibuat pesanan tersebut, akhirnya hingga saat ini belum juga dibayar dan kami merasa tertipu,” ujar Muhlisin selaku Ketua Kelompok Athariz Gemilang, Senin (24/8).

Kejadian tersebut berawal ketika terjadinya kesepakatan pembuatan kotak kayu, pada saat itu pihaknya bersilaturrahmi ke Rektor STAI ANNUR untuk menawarkan Bata Interlocking UMKM miliknya untuk pembangunan kampus.

Namun pihak kampus tidak menyepakatinya lantaran sudah ada kontraktor yang mengerjakan, hanya saja dijanjikan untuk nanti jika ada bangunan baru dipertimbangkan untuk pakai bata Interlocking miliknya.

“Lalu Andy Warisno selaku Rektor STAI ANNUR meminta tolong kepada kami, mau tidak membantu program Nu Care Lazisnu  dengan membikinkan kotak Koin Nu yang terbuat dari kayu. Kami jawab coba akan kami cari pengrajin dulu, kata dia oke tolong dibuat sampel dulu nanti kalau sampel bagus kerjakan” ucapnya.

Setelah itu, mukhlisin membuatkan sampel sebanyak 40 buah dari 4 kelompok yang ada, sekitar akhir mei pihak Andy menyatakan bahwa contoh kotak yang dibawa pihaknya tersebut dianggap masuk dan bagus.

“Setelah itu andy meminta tolong kami kerjakan bikin 1juta pcs dan harus selesai 4 bulan. Kami pun menyanggupinya dan kemudian kami mengumpulkan pengrajin kayu dan membagi 1 juta pcs kotak kepada 4 kelompok pengrajin kayu, yang masing-masing mengerjakan 250 ribu perkelompok,” ungkap Mukhlisin.

Namun setelah berjalan tak tahu kenapa, pihak Andy tidak ada sebab yang jelas menghentikan pekerjaan tersebut padahal sejak 1 juni sebanyak  36.500 kotak yang sudah jadi telah dikirim ke kantor Graha Lazisnu Provinsi Lampung yang beralamat di Jalan Ryacudu nomor 95, Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar lampung sesuai perintah dari Andy Warisno selaku Direktur KOIN NU.

“Ketika pekerjaan ini diperintahkan untuk berhenti sudah ada 96 ribuan kotak yang sedang proses finishing seperti ngamplas, mengecat, nyablon, dan lainnya. Belum lagi kayu yang sudah kami beli dan sudah dirajang ada sekitar 94 kubik jika digabung 4 kelompok pengrajin. Kami sudah keluar modal, sudah keluar keringat bahkan keringat kami sudah kering, tiba-tiba kami disuruh berhenti mengerjakan ini tanpa ada kejelasan kompensasi ganti rugi dan pembayaran barang yang sudah terkirim,” ungkapnya.

Dengan kejadian ini pihaknya bersama 200 pengrajin yang ada meminta kepada pihak Andy agar bisa segera membayar kotak yang telah dibuat. Terkait terjadi permasalahan apa di internal Lazisnu Provinsi Lampung sehingga program ini diberhentikan pihaknyak tidak mau tahu menahu karena itu urusan para elit dan petinggi pengurus Lazisnu Lampung.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *