Satu Tahun Enam Bulan Penjara Jaksa Tuntut Terdakwa Korupsi Dana Pengadaan Sekolah

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandarlampung– Agenda pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa Hapzi (56) berlangsung dramatis.

Dalam sesi pembelaan, terdakwa tidak menyangkal satu kalimat pun sambil menunduk mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetapi, dalam pembelaan tersebut Hapzi memelas dan sempat terisak memohon pada Majelis Hakim.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Bambang Irawan menyebut tuntutan terhadap terdakwa tidak akan berubah.

“Tidak merubah tuntutan kami, karena kan yang dibacakan terdakwa dalam pembelaan tidak menunjukan keberatan, bahkan terdakwa mengakui perbuatan seperti dakwaan kami sebelumnya,” jelas Bambang.

Sehingga, saat Ketua Majelis Hakim bertanya respon Jaksa Penuntut Umum terdadap pembelaan terdakwa, Bambang tidak memberikan komentar apapun.

Dalam sidang sebelumnya, Hapzi didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Bambang Irawan atas dasar Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Terkait kasus korupsi proyek pengadaan mebel untuk SD dan SMP pada 2016 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 643.950.719.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Barat, Hapzi (56) Didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Irawan, dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Terkait kasus korupsi proyek pengadaan mebel untuk SD dan SMP pada 2016 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 643.950.719.

“Tuntutan pidana seperti dibacakan dalam persidangan, kita tuntut dengan pidana satu tahun enam bulan, berikut denda sebesar Rp50 juta subsider tiga bulan penjara, dan menyerahkan uang sebesar Rp400 juta yang sudah dinikmati terdakwa, yang dititipkan kepada Jaksa melalui Hakim,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Majelis Hakim, sidang akan dilanjutkan pada Senin(2/3) mendatang, dengan agenda sidang putusan.

Reporter : Ovi Yani Riska

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *