Relawan Pemenangan Bupati Lampura Setor Fee Untuk Dapatkan Proyek

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandar Lampung- Ketiga terdakwa perkara suap fee proyek Lampung Utara kembali menjalani persidangan Teleconference dengan agenda pembacaan saksi di Pengadilan Negeri Tipikor, Tanjung Karang, Bandar Lampung, pada Rabu (29/4).

Ketiga terdakwa yakni Agung Ilmu Mangkunegara Eks Bupati Lampung Utara, Terdakwa Raden Syahril dan Terdakwa Syahbudin mantan Kadis PUPR Lampung Utara. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan enam orang saksi dalam persidangan akan tetapi hanya empat orang yang hadir yakni Hadi Kesuma, Icen Mustofa, Dicky Syahputra dan Yunizar Amri. Mereka merupakan Tim Relawan Pemenangan Bupati Lampung Utara.

Bacaan Lainnya

Dalam persidangan teleconference salah satu saksi yaitu Hadi Kesuma mengatakan pernah mendapatkan paket pekerjaan pada tahun 2016-2017 dari Dinas PUPR Lampung Utara.

“Awalnya pertengahan 2015 bertemu teman-teman sesama relawan menanyakan soal pekerjaan, lalu saya nanya kepada sesama tim sukses yang dekat dengan pak Bupati Taufik Hidayat,” kata Hadi.

Setelah itu, Hadi Kesuma bersama rekannya meminta tolong kepada Taufik Hidayat agar diusahakan mendapat paket proyek di Lampung Utara.

“Taufik bilang akan menanyakan terlebih dahulu, dan setelah itu saya ketemu Syahbudin, lalu saya tanya katanya tunggu dulu nanti langsung dihubungi Taufik,” tutur Hadi.

Selang beberapa hari kemudian, Hadi Kesuma dihubungi oleh Taufik Hidayat jika ia mendapat pekerjaan namun ada kewajiban kepada Syahbudin berupa setoran fee yang rinciannya pada tahun 2016 setor sebanyak Rp 300 juta untuk pagu anggaran pekerjaan sebesar Rp 750 juta, dan uang kewajiban tersebut diserahkan ke Taufik untuk Syahbudin.

Setelah itu saya menanyakan kembali untuk mendapat paket proyek tahun 2017, saya langsung menemui Syahbudin pada akhir tahun 2016.”Saya tanya ke Syahbudin, relawan ini dapat pekerjaan lagi gak, terus dia jawab nanti kita liat dulu karena banyak rekan relawan yang akan diberi, tidak lama kemudian saya dihubungi Taufik dan bilang untuk segera menyerahkan kewajiban seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Lalu untuk Fee Proyek 2017 saya menyerahkan uang total sebesar Rp 300 juta dengan rinciannya Rp 190 juta itu uang tiga orang teman titip ke saya dan saya Rp 110 juta, dan setelahnya uang tersebut saya serahkan ke Taufik Hidayat untuk Syahbudin. Dan untuk 2018-2019 dirinya mengaku tidak mendapatkan proyek kembali.

Laporan :
Okta Fitriani
Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *