Pembacaan Nota Pembelaan, Dua Terdakwa Suap Fee Proyek Lampura Berharap Penuh Pada Hakim

  • Whatsapp

BANDAR LAMPUNG – Terdakwa Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh, yang merupakan pelaku suap fee proyek kepada Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara membacakan pembelaannya dihadapan hakim, kamis (13/2).

Hendra Wijaya Saleh dan Chandra Safari melaksanakan sidang secara bergantian, dengan agenda sidang yaitu pembacaan nota pembelaan para terdakwa di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, Kamis (13/2).

Bacaan Lainnya

Dalam pembacaan nota pembelaan, kedua terdakwa suap fee proyek Lampura ini memohon kepada majelis hakim untuk memutuskan hukuman pidana penjara yang lebih ringan dari tuntutan dari jaksa yang sebelumnya menuntut hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan kepada terdakwa Hendra Wijaya Saleh dan 2 tahun kepada terdakwa Chandra Safari.

Sementara itu, kepada Hakim pula Chandra dan Hendra menjabarkan bahwasannya kedua terdakwa ini hanyalah korban dari Pemerintah Daerah Lampung Utara yang telah memiliki budaya bernegosiasi dengan ketentuan fee dari setiap pekerjaan proyek.

Tak hanya itu, terdakwa Chandra Safari pun mengatakan pelunasan honor proyek yang telah diselesaikan selalu dibayarkan terlambat sehingga ia harus berhutang sana-sini dan sampai saat ini, terdakwa pun belum merasakan hasil jeri payahnya selama ini.

Dan dalam persidangan kali ini kedua terdakwa kasus suap fee proyek juga menjelaskan kepada majelis hakim, bahwa kedua terdakwa terpaksa memberikan suap untuk mahar yang diminta.

Penyebabnya yaitu jika fee yang diminta pihak agung tidak berikan maka proyek yang seharusnya mereka kerjakan karena telah dimenangkan akan dapat bergeser ke tangan orang lain dengan seenaknya.

Namun, Jaksa penuntut KPK yaitu Irman Yudiandri menanggapinya dengan tetap pada tuntutan yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya dengan pula menempatkan pasal 64 ayat 1 KUHP dengan unsur perbuatan yang dilakukan secara berulang.

“Kita pada intinya tetap pada suarat tuntutan yang kami buat pada hari kamis sebelumnya, kemudian dari semua yang apa mereka minta itu sudah tertuang pada surat tuntutan,” ujarnya.

Reporter : Ovi Yani Riska

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *