Optimis Menang, Ahli Waris Tanah Umbul Bujung Rahman Gugat Ganti Rugi JTTS

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Tulang Bawang – Ahli waris pemilik tanah Umbul Bujung Rahman optimis dapat menangkan gugatannya, atas gugatan ganti rugi Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) di Pengadilan Negeri (PN) Menggala.

Nama Achmad Japar selaku ahli waris pemilik tanah terdaftar sebagai penerima ganti rugi JTTS di STA 179 sampai 183. Karena itu Achmad Japar yang namanya sudah terdaftar punya peluang besar menang dalam gugatannya itu.

Bacaan Lainnya

Tanah seluas 20 hektar yang berada di Hak Guna Usaha PT Huma Indah Mekar (HIM) dan 11 hektar yang berada di Hak Guna Usaha PT Citra Lamtorogung Persada (CLP), adalah milik keluarga Achmad Japar, yang dibuktikan dengan kepemilikan tanah yang sah.

Kuasa hukum Achmad Japar, Firman Simatupang mengaku sangat optimis dapat memenangkan kliennya dalam gugatannya itu. Menurutnya, ada bukti dan saksi yang menguatkan dalam persidangan gugatan.

“Saya yakin dan sangat optimis klien kami menang gugatan. Sebab, kami punya bukti kuat dan otentik yang telah kami serahkan kepada majelis hakim di persidangan. Bukti – bukti itulah yang akan menjadi pertimbangan majelis hakim,” ujarnya, usai persidangan, pada Kamis (8/10) siang.

Firman menerangkan tanah atau lahan milik keluarga Achmad Japar yang terdampak trase jalan tol JTTS di STA 179 sampai 183 hingga kini belum mendapatkan ganti rugi. Padahal sangat jelas itu adalah diatas tanah milik keluarga Achmad Japar.

Diberitakan sebelumnya, ahli waris dari pemilik tanah umbul Bujung Raman, resmi menuntut atau menggugat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Badan Pertanahan Negara Lampung, PT HIM dan PT CLP atas ganti rugi pembebasan tanah yang terkena trase Jalan Tol Trans Sumatra STA 179 sampai 183, dengan adanya tuntutan ganti rugi tanah yang dikuasai oleh PT CLP dan PT HIM dengan Hak Guna Usaha (HGU) nomor 16 tahun 1989.

“Kami melakukan gugatan tuntutan ganti rugi tanah kepada Kementerian PUPR yang membutuhkan tanah. Dan pihak BPN Lampung selaku pejabat P2T yang melakukan inventarisasi dan identifikasi tanah yang terkena trase Jalan Tol Trans Sumatra,” terang Japar di PN Menggala, Kamis (24/9).

Laporan : Kabarnusantara.co (glg/san)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *