Momon Santoso Terdakwa Penganiayaan ABK di Perairan Panjang Jalani Sidang perdana

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandarlampung- Lantaran menganiaya seorang Anak Buah Kapal (ABK) saat hendak berebut pekerjaan membersihkan kapal pengangkut minyak CPO, enam nelayan asal Panjang menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung.

Keenam nelayan itu yakni: Momon Santoso, Achmad Setiawan alias Mad, Joko Santoso, Ferry alias Metal, Yudi Sutrisno alias Buang. Dan Maman alias KM. Keenamnya merupakan warga Panjang.

Bacaan Lainnya

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ponco Santoso menjelaskan “peristiwa itu berawal pada Kamis (23/1) lalu. Sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban Angga Saputra mendapatkan informasi dan pekerjaan dari bosnya melalui handphone untuk melakukan pekerjaan pembersihan kapal,” ucap Jaksa Ponco, pada Jumat (14/8).

“Lalu kapal yang ditumpangi korban Angga bersama sebelas rekannya berlayar dari Perairan Laut Panjang menuju Perairan Laut Lempasing, Bandar Lampung. Namun pada tanggal 24 Januari 2020, pukul 06.30 WIB pada saat melintasi Perairan Laut Pulau Tangkil, korban Angga beserta rekannya dihampiri oleh 1 unit speed boat fiber yang di nakhodai oleh saksi Joko Santoso,” ungkapnya.

Disitu juga terdapat saksi Achmad Setiawan alias Mad, saksi Ferry alias Metal, saksi Yudi Sutrisno alias Buang, saksi Maman alias KM, dan terdakwa Momon Santoso. Lalu speed boat fiber tersebut merapat ke kapal yang ditumpangi oleh saksi korban dari lambung sebelah kiri.

“Kemudian terdakwa Momon Santoso bertanya kepada korban Angga dan kesebelas rekannya ‘siapa yang namanya Angga?’. Lalu korban menjawab ‘saya om’ dan Terdakwa Momon Santoso berkata ‘ini dia anaknya’,” ungkap JPU.

Setelah itu saksi Yudi Sutrisno melakukan pemukulan terhadap saksi korban dengan menampar menggunakan tangan kosong sebanyak 1 satu kali. Kemudian saksi Maman alias KM melakukan pemukulan menggunakan bambu bangkol yang ada besinya sebanyak 2 kali.

“Dan saksi Achmad Setiawan alias Mad juga naik keatas kapal tersebut lalu menghampiri korban Angga dan melakukan pemukulan terhadap saksi korban sebanyak 3 kali yaitu di kening sebanyak 2 kali dan dibagian kepala belakang sebanyak 1 kali,” ungkapnya.

“Dimana 1 kali di tangkis menggunakan kedua tangan korban Angga dan 1 kali mengenai kepala bagian atas korban. Setelah itu saksi Ferry alias Metal ikut naik ke atas kapal tersebut dan melakukan pemukulan terhadap korban Angga dengan tangan kosong di bagian kepala bagian belakang dan badan,” katanya.

Pada saat korban terjatuh, saksi Joko Santoso, saksi Achmad Setiawan alias Mad, saksi Ferry alias Metal, saksi Yudi Sutrisno alias Buang, saksi Maman alias KM melakukan pemukulan kembali terhadap saksi korban.

“Saat itu speed boat merapat di Dermaga milik Terdakwa Momon Santoso, lalu datang saksi SM yang melerai dan meminta kepada Terdakwa dan anak buahnya untuk tidak melakukan pemukulan lagi kepada saksi korban Angga,” ucapnya.

Selanjutnya korban Angga meminta maaf kepada Terdakwa Momon Santoso dan kemudian Terdakwa Momon Santoso berkata ‘elo masih mau ke laut’ dijawab saksi korban ‘enggak’.

“Terdakwa Momon Santoso berkata ‘kalau sampai anak buah saya melihat kamu di laut, saya perintahkan anak buah saya untuk gebukin kamu’. Setelah itu saksi korban bersama kesebelas rekannya dibawa oleh saksi SM keluar dari lokasi dermaga milik Terdakwa dan korban Angga diantar pulang oleh saksi SM,” kata Ponco, sapaan akrabnya.

Karena merasa tidak terima terhadap perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa Momon Santoso dan anak buahnya, korban melaporkan kejadian tersebut Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Lampung.

“Akibat perbuatan Terdakwa Momon Santoso dan anak buahnya mengakibatkan saksi korban mengalami sakit, luka, dan memar pada bagian tubuhnya. Perbuatan terdakwa diancam dengan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkasnya.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *