Mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Mesuji Korupsi Uang Rehabilitasi

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Lampung- Oknum mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Mesuji M. Zam Zari (39) hari ini melaksanakan sidang yang menjeratnya atas kasus Korupsi rehab sekolah dengan agenda sidang keterangan saksi.

Jaksa Penuntut Umum Bangkit Budi Satya mengatakan terdakwa yang bernama Zam Zari (39) yang bertempat tinggal Panca Jaya, Mesuji ini l telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan memperkaya diri sendiri sehingga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Jaksa Penuntut Umum juga menjelaskan, perbuatan terdakwa M. Zam Zari dilakukan sekitar bulan Januari 2017 dimana pada saat itu SMAN 1 Mesuji Lampung menerima bantuan rehabilitasi tiga ruang belajar sebesar Rp150 juta.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan penghitungan kerugian negara Badan Pemeriksa Keuangan RI terdapat kerugian negara sebesar Rp112,5 juta untuk pelaksanaan bantuan pemerintah rehabilitasi ruang belajar tanggal 17 Februari 2017, dengan rincian pekerjaan fisik senilai Rp141,7 juta, jasa perencanan senilai Rp4,5 juta, jasa pengawasan senilai Rp3 juta, dan perjalanan dinas senilai Rp.800 ribu,” ujar Bangkit Budi Satya di PN Tjk, Rabu (5/2).

Sementara itu, berdasarkan LPJ dana rehab senilai Rp.150 juta telah terealisasi 100 persen dan telah dilaporkan kepada PPK Kementerian dalam bentuk BAST, namun pada faktanya tidak seperti itu.

“Akan tetapi faktanya berdasarkan keterangan penyedia bahan material, tukang dan didukung dengan Nota asli pembelian bahan material bahwa dana yang digunakan untuk rehab tidak menghabiskan dana senilai Rp150 juta,” ujarnya.

Setelah dibacakan dakwaan, sidang yaitu dilanjutkan dengan keterangan lima orang saksi yang dihadirkan yakni Suwoko, Maruli, Novian, Wahyu dan Diswal yang merupakan guru di SMAN 1 Mesuji.

Dalam kesaksiannya, Suwoko selaku Bendahara Anggaran Dana BOS mengatakan, jika dana bantuan tersebut sudah dicairkan dalam dua tahap Rp105 juta dan Rp45 juta, dan telah diberikan kepada beliau (M. Zam Zari).

“Uang tersebut sudah saya cairkan dalam dua tahap, tahap pertama Rp 105 juta dan telah saya cairkan pada saat itu Rp 104 juta saya berikan kepada beliau dan dimasukkan kedalam tas beliau dan Rp 1 juta diberikan kepada beliau kepada saya untuk biaya transportasi dan akomodasi” terang Suwoko.

Reporter : Okta Fitriani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *