Mantan Kepala Dinas Perdagangan Lampung Utara ungkap Fee yang Diterima Pimpinan

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, BandarLampung -Tersangka kasus suap Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara, Wan Hendri yang merupakan Mantan Kepala mDinas Perdagangan Lampung Utara memberikan kesaksian dalam sidang Candra Safari (27/1).

Dalam fakta persidangan Wan Hendri merupakan Kadis Perdagangan dari tahun 2017 dan ia pun mengungkapkan adanya paket yang ditawarkannya kepada rekan kontraktor, namun secara teknis tentang paket proyek tersebut Wan Hendri memerintahkan A Rozi yang merupakan anak buah wan hendri untuk mengurus paket-paket proyek tersebut.

Bacaan Lainnya

“Soal teknis paket proyek, A Rozi yang urus. Saya tidak pernah memerintahkan jajaran untuk mengkondisikan proyek. Eeng mendapat paket proyek pembangunan Pasar Tata Karya dan Comok,” kata Wan Hendri kepada jaksa.

Setelah itu Wan Hendri juga mengungkapkan jika tempat kediaman A Rozi pula merupakan tempat kelangsungan serah terima uang komitmen fee sebanyak 20 Persen.

Ketika ditanyai oleh Hakim Novian Saputra kepada siapa saja fee proyek tersebut diberikan wan hendri pun mengaku jika uang tersebut dibagi menjadi 2 yaitu sebesar 15 persen untuk pimpinan 5 persen untuk biaya operasional.

“Fee yang saya terima pada saat itu sebesar 15 persen untuk pimpinan dan 5 persen untuk ditinggal disini” ungkapnya.

Dan pada prakteknya pun sudah ada 8 proyek yang berjalan pada saat itu, tidak hanya itu dalam persidangan pula wan hendri dan deni bastian yang merupakan direktur CV. Tata Cabi pun mengungkapkan perbedaan pendapat atas kesaksian wan hendri dengan dirinya.

Reporter : kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *