Mantan Kasi Dinkes Lampura Ungkap Adanya Permintaan Fee Proyek di Dinas Kesehatan

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandarlampung- Mantan Kasi Sarana dan Prasana Dinas Kesehatan Lampung Utara, Juliansyah Imran ungkap bahwa ada permintaan fee dari setiap proyek yang dikerjakan oleh rekanan di Dinas Kesehatan.

Hal tersebut terungkap ketika Jaksa Penuntut Umum membacakan BAP Juliansyah terkait aliran sejumlah uang fee yang ia akui dapat perintah dari Kadiskes Lampung Utara Maya Metissa pada tahun 2019. Dalam persidangan lanjutan kasus suap fee proyek Lampung Utara, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor ,Tanjung Karang, pada Kamis (3/4).

Bacaan Lainnya

“Pada saat itu, saya dipanggil oleh dokter Maya untuk menemui Ami dan beliau meminta tolong saya untuk menyerahkan bungkusan ke Ami yang Saya gak tahu isinya berapa tapi yang pasti duit,” terang Juliansyah.

Setelah perintah itu, Juliansyah pun mengadakan pertemuan dengan Ami di Bandar Lampung tepat nya di daerah Bypass Bagas Raya.

“Gak lama dari perintah itu saya ditelepon Ami, dan saya janjian di Bandar Lampung untuk ketemuan di pinggir jalan sebelum Bagas Raya. Dan disitu saga hanya menyerahkan langsung titipan Dokter Maya,” ungkap Juliansyah.

Namun dalam hal ini, Ami alias Raden Syahril membantah perihal dirinya pada saat itu menerima titipan sejumlah uang dari Juliansyah.

“Sumpah demi Allah saya bersumpah saya tidak pernah terima sejumlah uang dari dia (Juliansyah). Melainkan Juliansyah menarik kembali uang titipan dari dokter Maya yang merupakan Kadis Kesehatan,” ujar Ami.

Sebelumnya pada tahun 2017, Juliansyah mengaku pernah bertanggung jawab mengambil sejumlah uang fee proyek kepada rekanan antara lain menarik uang Rp 200 juta dari Ahya, Hermansyah Rp 100 juta, Herman Rp 100 juta, Satori Rp 40 juta, Didi Rp 50 juta, dan Ozi Rp 60 juta. Dengan perkiraan total Rp 600juta dan uang tersebut ia berikan kepada Maya Metisa.

Laporan : Okta Fitriani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *