LBH ( Lembaga Bantuan Hukum ) Bandar Lampung Mengecam Perlakuan Oknum Petugas Keamanan Bandara Raden Intan II

  • Whatsapp


Kabarnusantara.co, Bandar Lampung-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung angkat bicara perihal perlakuan oknum petugas keamanan Bandara Raden Inten II Lampung saat mengamankan orang yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) yang memasuki pesawat yang berada di kawasan bandara, pada Rabu (12/8).

Bandara Raden Inten II Lampung memang berada hanya beberapa meter dari Jalan Lintas Sumatera, Natar, Lampung Selatan. Dan masuknya ODGJ di kawasan Bandara tersebut berasal dari wilayah sekitar.

Bacaan Lainnya

Sedangkan, dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) ke Daerah Keamanan Terbatas di Bandar Udara dalam Pasal 2 ayat (1) disebutkan untuk kepentingan keamanan penerbangan bandar udara dan badan usaha, bandar udara harus mengidentifikasi daerah-daerah yang digunakan untuk kepentingan operasional penerbangan dan menetapkan sebagai daerah keamanan bandar udara.

Sementara ayat (2) mengatakan daerah keamanan bandar udara sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) terdiri dari Daerah Keamanan Terbatas (Security Restricted Area), Daerah Steril (Strerile Area), Daerah Terbatas (Restricted Area), Area Publik (Public Area).

Sementara itu, Kadiv Sipol LBH Bandarlampung Cik Ali dalam pernyataan persnya mengatakan “Seharusnya justru pengamanan di area tersebut minim pengawasan yang menjadi sebab awal terjadinya peristiwa ini. Sehingga pihak bandara telah kecolongan, tidak hanya persoalan keamanan yang kurang baik atau keteledoran para penjaga dan petugas bandara, tetapi terhadap tindakan yang dilakukan oleh oknum petugas keamanan bandara patut diduga telah melakukan kekerasan dan penganiayaan yang berlebihan kepada orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut,sehingga orang tersebut jatuh pada lintasan bandar udara ,” ujarnya pada Kamis (13/8).

Menurutnya, walaupun yang bersangkutan tidak sehat akalnya, petugas tetap wajib memanusiakan manusia dan menghargai hak asasi manusia seperti yang tertuang dalam UU Nomor 5 Tahun 1998 tentang Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman Lain yang Kejam, Tidak manusiawi, atau Merendahkan Martabat Manusia yang kemudian selaras dengan UU Nomor 39 Tahun1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Walaupun di dalam hukum yang bersangkutan tidak bisa dimintakan pertanggungjawaban, ini murni kelalaian dari petugas pengamanan bandara,” ucap Cik Ali.

Oleh karena itu, atas perbuatan tersebut LBH Bandarlampung mengecam tindakan yang telah dilakukan oleh oknum petugas keamanan Bandara Raden Inten II Lampung, memperlakukan orang yang diduga gangguan jiwa dengan cara tidak manusiawi dalam mengeluarkan dan membawa paksa keluar dari bandara.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *