Korban Penganiayaan Kecewa Terdakwa Pengeroyokan Dituntut 8 Bulan Penjara

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandar Lampung – Kecewa dengan tuntutan Jaksa, Angga Saputra korban penganiayaan oknum nelayan tidak terima dengan tuntutan yang dijatuhkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Lampung Ponco Santoso yang hanya menuntut selama 8 bulan terhadap 6 terdakwa penganiayaan terhadap dirinya.

Karena kecewa dirinya pun mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lampung Raya untuk meminta bantuan keadilan, pada Minggu (11/10).

Bacaan Lainnya

“Saya kecewa dengan kasus ini, karena kasus ini begitu lamanya, para tersangka itu hanya dituntut delapan bulan. Saya tidak terima dengan ini terus terang,” Ucap Angga Saputra.

Akibat dari penganiayaan tersebut korban pun mengungkapkan bahwa dirinya saat ini sudah tidak tinggal di kediamannya lagi, dan tidak bekerja seperti dahulu semenjak kejadian tersebut.

“Saya pergi dari Panjang. Karena sempat diancam. Terpaksa saya pun meninggalkan pekerjaan sebagai nelayan,” kata dia.

Dirinya pun mengakui bahwa tak pernah ada damai apapun dengan para terdakwa. “Mengancam balik malah iya. Saya minta semoga vonis terdakwa ini bisa sesuai dengan hati nurani,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur LBH Lampung Raya Alian Setiadi mengaku prihatin atas tuntutan yang diberikan oleh jaksa terhadap ke para terdakwa.

“Kami pun berharap pengadilan bisa sangat teliti. Agar bisa dijelaskan bahwa tuntutan ini bukan jadi landasan sebagai untuk putusan. Tetapi bisa melihat dampak yang diterima oleh korban,” jelasnya.

Perkara ini, kata Alian dinilai aneh karena tuntutannya cukup ringan, karena dalam peristiwa ini tidak ada hal yang meringankan didalam kasus ini tidak ada perdamaian, tidak adanya itikad baik berupa membantu pengobatan korban.

“Saya melihat itu tidak ada, baik itu perdamaian atau itikad baik dari pelaku ini. Saya berharap Hakim yang menangani ini lebih terbuka melihat fakta yang ada, perspektif korban juga harus dikedepankan,” katanya.

Sementara itu Alian mengungkapkan bahwa didalam pasal yang dituntutkan merupakan pasal penganiayaan ringan, semntara pasal lain didalam dakwaannya itu ada banyak termasuk pasal pengeroyokan, semestinya ada hal yang memberatkan karena ada pengeroyokan didalam.

Diketahui Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut enam terdakwa pemukulan terhadap nelayan dengan pidana penjara selama 8 bulan, ke enam nelayan itu Momon Santoso, Achmad Setiawan alias Mad, Joko Santoso, Ferry alias Metal, Yudi Sutrisno alias Buang, dan Maman alias KM, mereka merupakan warga Kampung Teluk Jaya Kelurahan Panjang Selatan Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

Dalam persidangan teleconfrance di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat 9 Oktober 2020, Jaksa Ponco Santoso menyatakan jika keenamnya bersalah melakukan penganiayaan. Perbuatan keenamnya sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan Alternatif Pertama melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah ¬†tetap ditahan,” kata jaksa.

Hal yang meringankan terdakwa menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarga.

“yang memberatkan¬†perbuatan terdakwa sewenang-wenang terhadap orang lain dan merugikan kesehatan orang lain,” katanya.

Laporan : Kabarnusantara.co

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *