Kembali Beraksi, KKB Bakar Dua BTS di Kabupaten Puncak mengakibatkan Jaringan Komunikasi Putus Total

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co Jayapura – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksinya di Kabupaten Puncak Papua, dengan membakar fasilitas umum yakni Base Transceiver Station (BTS) dibakar, yang pada Desember 2020 lalu baru saja diresmikan oleh Pemerintah.

Akibat ulah KKB ini jaringan di Ilaga yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Puncak putus total, padahal warga baru saja merasakan jaringan 4G Telkomlsel pada Desember lalu.

Bacaan Lainnya

Adapun Dua BTS yang dibakar yakni, BTS 4 yang terletak di perbukitan Pingeli, Distrik Omukia dan BTS 5 yang terletak di perbukitan wilayah Muara Distrik Mabuggi, Kabupaten Puncak.

Kapolres Puncak AKBP Dicky Hermansyah Saragih membenarkan adanya kejadian pembakaran terjadi pada Kamis (7/1) lalu.

” Ya benar ada pembakaran dua BTS, yakni BTS 4 dan BTS 5. Dari laporan warga kejadian terjadi pada Kamis (7/1) lalu,” ujar Kapolres, Senin (11/1/2021).

Dicky menjelaskan jika kejadian pembakaran baru diketahui pihaknya pada Sabtu (9/1), setelah pihak Palapa Ring Timur melakukan pengecekan menggunakan Helly Cooper karena kedua BTS tidak memancarkan sinyal.

“ Dari hasil pengecekan yang dilakukan kedua BTS ditemukan dalam keadaan terbakar sehingga pembangkit daya ke tower tidak terkoneksi dan link radio ke Telkom maupun Telkomsel terputus,” ungkap kapolres.

” Akibat pembakaran dua BTS tersebut, jaringan 4G Telkom Ilaga terputus serta link palapa ring Sugapa-Ilaga-Mulia Terputus,” tambahnya.

Berdasarkan penyelidikan pelaku pembakaran, dijelaskan merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) .

” Pelaku dari pok KKB, tapi belum di ketahui dari kelompok siapa dan tujuannya apa? Jadi masih kita dalami,” ujarnya.

Sementara itu Juru Bicara TPN-OPM, Seby Sambon yang dikonfirmasi tidak membantah tuduhan tersebut, justru pihaknya mengaku telah membakar kedua BTS tersebut dengan alasan OPM tidak membutuhkan fasilitas dari Pemerintah Indonesia.

“Betul kami (TPN-OPM) yang melakukan pembakaran, karena TPN-OPM tidak membutuhkan fasilitas Indonesia,” pungkas Sambon yang kini berada di Port Moresby Papua Nugini.

Terpisah Bupati Puncak Willem Wandik menyesalkan aksi pengrusakan dua BTS tersebut. Karena menurutnya Jaringan telekomunikasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat Puncak untuk membuka keterisolasian mereka.

“Saya sangat sayangkan karena ini prosesnya tidak cepat, kita sudah ajukan dua – tiga tahun baru akhirnya terealisasi,” sesal Willem.

Atas kejadian itu Willem meminta, agar Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mencari lokasi yang lebih aman apabila akan membangun BTS lagi di Puncak. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *