Kejaksaan Tinggi Lampung Terima Uang Setoran Sugiharto Wiharjo Alias Alay Sebesar Rp 10 Miliar

  • Whatsapp

Kabarnusantara.co, Bandarlampung-Sugiharto Wiharjo alias Alay kembali memenuhi komitmennya dengan menyerahkan uang pengganti sebesar Rp10 miliar kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, pada Kamis (20/2).

Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Diah Srikanti mengatakan, penyerahan uang Rp10 miliar ini merupakan kali kedua Sugiharto Wiharjo alias Alay menyerahkan uang pengganti, pada sebelumnya Alay juga telah melakukan pengembalian uang penggati sebesar Rp1 miliar pada Jumat (22-3-2019) tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 510/K/PID.SUS/2014 tanggal 21 Mei 2014, Alay dijatuhi vonis 18 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta.

Selain itu, dalam kasus pidana perbankan dan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lampung Timur senilai Rp108 miliar ini, Alay juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 108.861.614.800.

Diah Srikanti menuturkan, bahwa pihaknya telah menerima uang cicilan kedua setoran uang pengganti atas perkara Sugiharto Wiharjo alias Alay.

“Telah kami terima cicilan kedua uang pengganti sebesar Rp 10 miliar tunai,” ujar Diah di kantor Kejati Lampung, pada Kamis (20/2).

Diah mengungkapkan, cicilan kedua ini diserahkan ke Kejati dari pihak keluarga yang didampingi penasihat hukum Alay.

Dengan adanya pembayaran cicilan kedua ini kata Diah, maka masih ada kekurangan uang pengganti sebesar Rp 95.861.614.800 yang wajib dibayarkan.

“Terpidana Alay saat ini tengah menjalani pidana penjara, Jadi dari dua kali cicilan ini maka masih ada kekurangan uang pengganti sebesar Rp 95.861.614.800 dan itu wajib dibayarkan sesegera mungkin,” kata Diah.

Diah menambahkan, selanjutnya uang pengganti ini akan dibawa pihak Kejari Bandarlampung untuk kemudian disetorkan ke Kas Negara.

“Jadi, ini langsung dibuatkan blangko penyetoran dibawa ke bank untuk selanjutnya kami setorkan kedalam kas negara,” pungkasnya.

Sementara penasihat hukum Alay, Sudjarwo mengungkapkan, uang sebesar Rp10 miliar yang diserahkan pihak keluarga kepada Kejati tersebut berasal dari beberapa aset Alay yang sebelumnya dititipkan kepada pihak lain.

“Di tengah perjalanan masih banyak juga aset Alay yang diklaim pihak A B C tidak perlu saya sebutkan satu per satu, dan ini ada yang bisa dikompenisasikan dalam bentuk uang Rp 10 miliar ini,” pungkasnya.

Reporter : Okta Fitriani

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *